Gempa Bumi Terkini
Dua Kecamatan di Kepulauan Talaud Laporkan Kerusakan Pascagempa 7,0 Kamis Malam
BNPB mendapat laporan ada kerusakan di dua kecamatan akibat gempa 7,0 di Kabupaten Kepulauan Talaud tadi malam.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara pascagempa M 7,0 pada Kamis (21/1/2010) malam, pukul 19.23 WIB.
Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi di dua kecamatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan data per Kamis malam, pukul 21.44 WITA atau waktu setempat mencatat dampak gempa berupa kerusakan bangunan dengan kategori ringan hingga sedang.
Baca juga: DAFTAR di Sini Lowongan Kerja di Perusahaan Swasta PT Honda dan PT Indofood untuk Lulusan SMA/SMK/S1
Baca juga: INNALILLAHI, Nella Kharsima Bagikan Kabar Duka, Ayah Mertua Dory Harsa Meninggal Dunia, Mohon Doa
"Kerusakan teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo, berupa dinding belakang rumah roboh. Dua kerusakan lain berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara. BPBD melaporkan kerusakan di desa ini pada kategori rusak ringan," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (22/1/2021).
Warga Kepulauan Talaud merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi pada Kamis (21/1), sekitar pukul 19.23 WIB.
BMKG melaporkan pemutakhiran parameter gempa pada magnitudo 7,0 serta berada 132 km timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan warganya merasakan guncangan kuat selama 3 detik.
Saat gempa, warga sempat panik.
BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud.
Saat ini BPBD setempat terus menghimpun informasi dari desa-desa yang teridentifikasi merasakan guncangan gempa.
Sementara itu, dilihat dari peta guncangan yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI, Manado, Bitung III MMI, Galela, Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI, Bolaang Uki II MMI, Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI.
Skala IV MMI mendeskripsikan bila pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah, serta terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Baca juga: Mulai Pukul 08.00, Ini Daerah-daerah yang Akan Mengalami Pemadaman Listrik, Bersiap Mati Lampu
Baca juga: UPDATE Pembunuhan Janda Muda Asal Subang, Polisi Temukan Barang Tak Terduga di TKP DFL Meninggal
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya Kamis, mengatakan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Sebelumnya, BMKG menginformasikan parameter gempa dengan M 7,1 dan berpusat pada 134 km timur laut Melonguane serta kedalaman 154 km.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-di-jawa-barat.jpg)