Breaking News:

Mulai Hari Ini, Pedagang Daging Sapi Mogok Berjualan, Protes Melonjaknya Harga

Pedagang memprotes naiknya harga daging sapi di rumah pemotongan hewan.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi pedagang daging sapi di pasar. 

"Ditambah cost produksi, ekspedisi total sudah Rp 120.000-lah. Sedangkan harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah Rp 120.000. Belum karyawan, belum pelaku pemotong sendiri kan harus (memberi uang ) anak istri di rumah," kata Mufti melalui telepon, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Efek Pilkada dan Libur Panjang, Kasus Positif Covid-19 Diprediksi Tembus 1 Juta Akhir Bulan ini

Menurut Mufti, kenaikan harga daging sapi itu justru merugikan pedagang.

Pasalnya, kenaikan harga itu melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Akibatnya, masyarakat enggan untuk membeli daging sapi lagi.

"Kasihan masyarakat kalau kami naikan terlalu tinggi, tidak ada yang beli," ujar Mufti.

Mufti mengatakan, lonjakan harga daging sudah dirasakan sejak empat bulan terakhir.

Kenaikan harga itu diprediksi akan terus terjadi hingga April 2021.

"Diprediksi akan naik terus sampai dengan bulan Maret atau April dengan harga tertinggi Rp 105.000 per kilogram per karkas. Sekarang itu harga per karkas masih Rp 94.000," katanya.

Baca juga: Hari Ini Ridwan Kamil Kunjungi Kota dengan Penerapan Protokol Kesehatan Terburuk di Jabar

Harapan Pedagang Daging

Mufti berharap pemerintah pusat kembali mengimpor daging sapi dari Australia.

Halaman
1234
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved