Masjid Salman, ITB, dan Unpad Kembangkan Ventilator untuk Pasien Covid-19
Sejak awal pandemi Covid-19, ITB, Unpad bersama Masjid Salman berkomitmen mengembangkan alat bantu pernapasan
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak awal pandemi Covid-19, ITB, Unpad bersama Masjid Salman berkomitmen mengembangkan alat bantu pernapasan untuk perawatan pasien Covid-19.
Ventilator yang diberi nama Vent-I ini telah melalui berbagai pengujian standardisasi alat kesehatan.
Tingginya kebutuhan akan ventilator diberbagai rumah sakit membuat Rumah Amal Salman menggalang dana untuk pengembangan dan produksi Vent-I.
Masyarakat ikut berkontribusi baik secara personal, komunitas, lembaga, termasuk juga perusahaan-perusahaan besar.
Baca juga: Polisi Mulai Dalami Proses Perizinan Pembangunan Drainese Perumahan yang Longsor di Cimanggung
Dari penggalangan dana itu berhasil memproduksi sebanyak 936 unit Vent-I dan didistribusikan secara gratis ke 348 rumah sakit di seluruh Indonesia di 34 Provinsi.
Mengingat pandemi masih belum mereda, jumlah pasien Covid-19 pun terus bertambah serta rang rawat di rumah sakit - rumah sakit juga terbatas, Rumah Amal Salman pun kembali berinovasi untuk pengembangan ventilator dan alat kesehatan lainnya yakni HFNC (High Flow Nasal Cannula) dan PNPC (Personal Negative Pressure Chamber).
HFNC ventilator merupakan ventilator dengan fungsi memberikan udara dengan laju aliran yang tinggi ke paru-paru secara kontinu yang temperatur dan kelembaban udaranya dapat diatur sehingga membuat pasien tetap nyaman.
Sedangkan PNPC merupakan alat kesehatan yang dapat menjadi solusi atas keterbatasan ruang perawatan pasien Covid-19 juga bermanfaat untuk melindungi para tenaga kesehatan dari risiko transmisi infeksi melalui udara.
Baca juga: Dibanding Paksakan Liga 1 2021 Digelar Maret, Robert Alberts Sarankan PSSI Gelar Turnamen Dulu
Kedua alat ini pun diklaim telah mengalami pengujian fungsi oleh Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta.
"Sejatinya, bencana pandemi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Pengembangan alat-alat kesehatan, dukungan dana dari masyarakat, semua itu merupakan ikhtiar kita untuk mengurangi resiko kondisi terburuk bagi para pasien covid-19. Semoga pandemi segera berlalu, dan kita semua segera mendapatkan kesehatan jasmani dan juga ruhiyah," ujar General Manager Rumah Amal Salman, Agis Nurholis, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/1/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masjid-salman-itb-dan-unpad-kembangkan-ventilator-untuk-pasien-covid-19.jpg)