Breaking News:

Hingga Minggu kedua Januari 2021, Sudah Terkumpul Uang Denda Rp 8 Juta dari 40 Pelanggar

Tahun ini, kata Idris, pelanggaran paling banyak dilakukan para pemilik usaha, mulai dari jam operasional hingga kapasitas.

Istimewa/Satpol PP Sumedang.
ILUSTRASI Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan sanksi denda 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki pertengahan Januari 2021, tim satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung tercatat sudah mengumpulkan uang denda Rp 8 Juta.

Uang tersebut merupakan denda yang dibebankan kepada sekitar 40 pelanggar selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Pelanggaran itu, didominasi oleh sektor usaha.

"Selama Januari ini kita sudah mendapatkan dari denda administratif kurang lebih Rp 8 juta," ujar Idris Kuswandi, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah, Satpol PP Kota Bandung, saat dihubungi Senin (18/1/2021).

Tahun ini, kata Idris, pelanggaran paling banyak dilakukan para pemilik usaha, mulai dari jam operasional hingga kapasitas.

"Sekarang kebanyakan badan usaha, tempat usaha, kalau masker sudah mulai jarang, masyarakat sudah sadar," katanya.

Para pelaku usaha biasanya melanggar jam tutup operasional, namun tahun ini banyak pelaku usaha yang melanggar jam buka operasional.

Baca juga: Ikatan Cinta Episode 17 Januari Bikin Netizen Sedih, Ambyar Lihat Aldebaran, Andin, Reyna Menangis

Berdasarkan Peraturan Wali Kota nomor 1 tahun 2021, tentang PSBB Proporsional, pusat perbelanjaan baru diizinkan buka mulai pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 19.00 WIB, sedangkan cafe, rumah makan dan restoran buka pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB.

"Kebanyakan dia membuka usaha sebelum jam operasional diperbolehkan. Jumlah pelanggar kalau Rp 8 juta dibagi Rp 500 ribu saja berarti sekitar 40. Ada mini market, cafe, restoran, warung dan ada juga melakukan kegiatan usaha yang sebelumnya masih belum diperbolehkan," ucapnya.

Idris mengimbau kepada warga dan pelaku usaha agar tetap mematuhi prokes yang sangat ketat selama PSBB Proporsional diberlakukan.

"Mohon kerjasamanya, jangan sampai yang menegakkan tetap menegakkan, yang melanggar tetap melanggar, akhirnya kita seperti ini, lama penanganan Covid-19 ini. Harapan kami, masyarakat dan aparat ini harus ada kesamaan pikiran, satu kesamaan upaya, visi dan tindakan," katanya.

Sementara sepanjang 2020 satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung tercatat mengumpulkan Rp 186 Juta dari para pelanggar peraturan walikota.

Uang tersebut merupakan denda administratif yang dibebankan kepada sektor usaha dan masyarakat yang kedapatan melanggar Perwal lebih dari satu kali.

Baca juga: VIDEO Kasus Cerai di Indramayu Tinggi, Capai 9.365 Perkara, Pemicu Perceraian Gara-gara Ini

Baca juga: Suami Ajak Polisi Buntuti Istri, Nyesek Lihat Istri di Kamar Hotel Dengan Cowo, Siap-siap Dicambuk!

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved