Belum Sehari Masuk Sel, Arwinto Tewas Dibunuh Sesama Warga Binaan
Seperti umumnya warga binaan yang baru tiba, belasan tahanan titipan itu ditempatkan di blok khusus untuk menjalani masa pengenalan lingkungan (mapeli
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Belum sehari berada di Lapas Klas II B Indramayu, Arwinto (45), tahanan kasus narkoba titipan Polres Indramayu, meregang nyawa di dalam selnya.
Sekujur tubuh, terutama leher dan perutnya penuh luka lebam.
Tahanan malang itu akhirnya tewas tak lama setelah petugas membawanya ke klinik.
Kepala Lapas Kelas II B Indramayu, Irwan Silais, Arwinto adalah satu dari 15 tahanan titipan yang baru tiba, Jumat (15/1) di lapas.
Seperti umumnya warga binaan yang baru tiba, belasan tahanan titipan itu ditempatkan di blok khusus untuk menjalani masa pengenalan lingkungan (mapeling).
Ini berarti, mereka sebenarnya tidak bisa bertemu dengan warga binaan dari blok lain.
Terlebih, setiap blok di lapas dipisah oleh tembok dan pintu yang selalu dikunci.
Namun, saat jam makan sore tiba, pukul 15.30-16.30, kata Irwan, semua ruangan dan blok kamar narapidana memang dibuka.
Irwan menduga, tahanan titipan itu terluka setelah dianiaya dua narapidana yang luput dari perhatian petugas saat pembagian makanan.
Arwinto dihajar habis-habisan di dalam sel kamarnya sendiri.
"Usai mengeroyok, kedua napi itu langsung kembali ke blok mereka," kata Irwan.
Kondisi Arwinto diketahui setelah Arwinto terus-menerus mengerang kesakitan.
Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 19.15.
Tak tahan mendengar itu, para tahanan lain yang berada di blok mapeling berteriak-teriak memberi tahu sipir agar bisa segera memberikan pertolongan.
"Petugas yang kemudian datang langsung diambil tindakan dievakuasi ke ruangan klinik. Namun, kira-kira 20-30 menit, yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Irwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lapas-kelas-ii-b-indramayu-di-jalan-gatot-subroto-indramayu-minggu-1712021.jpg)