Jumat, 10 April 2026

Vaksinasi Covid 19 di Jabar

25 Relawan Vaksin Terinfeksi Covid-19, Ridwan Kamil: Tidak Berarti Vaksin Gagal

Ridwan Kamil mengatakan, adanya 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung yang terinfeksi Covid-19 jangan diartikan bahwa vaksinasi gagal.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR / MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berupaya mempercepat waktu pemberian vaksin Covid-19 di Jawa Barat menjadi enam bulan, Selasa (5/1/2021). Menurut Kang Emil, adanya 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung yang terinfeksi Covid-19 jangan diartikan bahwa vaksinasi Covid-19 gagal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, laporan mengenai adanya 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung yang terinfeksi Covid-19 jangan diartikan bahwa vaksinasi Covid-19 gagal.

Padahal, BPOM dan MUI sudah mengumumkan bahwa vaksin tersebut aman dan halal dengan efikasi 65,3 persen.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, yang harus dibedah adalah alasan mengapa 25 relawan tersebut terinveksi Covid-19.

Baca juga: Masih Ada yang Belum Divaksin Saat Vaksinasi Tahap Sat, Padahal Sudah Didata, Ini Penyebabnya

Baca juga: Viral Kristen Gray, Masalah Bayar Pajak dan Ajak WNA Tinggal di Indonesia Selama Pandemi Covid-19

Contohnya, hal apa yang membuat relawan tersebut tidak memiliki imunitas terhadap Covid-19 setelah disuntik.

Terlebih, katanya, 1.620 orang relawan pun terbagi dua kelompok. Kelompok pertama adalah yang disuntik vaksin, sedangkan kelompok kedua adalah yang disuntik plasebo atau cairan netral tidak berkhasiat.

Keduanya dibutuhkan untuk pengujian tingkat efikasi vaksin Covid-19.

Jika yang positif Covid-19 adalah relawan yang masuk kelompok yang disuntik plasebo, katanya, maka hal tersebut masih wajar karena relawan tersebut tidak mendapat suntikan vaksin.

Namun jika yang positif Covid-19 adalah yang mendapat vaksin, harus ditelusuri penyebabnya kemudian untuk bahan penelitian.

"Kalau adapun yang divaksin kena Covid-19, harus dilihat dulu jadwal kena Covid-19-nya. Karena tim dokter menyatakan ke saya dan Pak Pangdam, antibodi muncul tiga bulan setelah suntikan kedua."

"Jadi kami disuntik bulan Agustus yang pertama dan disuntik lagi 14 September, dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi, mungkin saja kenanya sebelum tiga bulan karena antibodinya belum maksimal, maka dia kena," kata Gubernur di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (18/1).

Riwayat ketertularan Covid-19 ini, katanya, harus dibedah dan jangan digeneralisir sebagai informasi bahwa seolah-olah vaksinasi gagal. Semuanya, katanya, harus dikupas satu per satu.

Oleh sebab itu, katanya, orang yang baru divaksin jangan melakukan euforia atau merasa bebas karena akan kebal daei Covid-19, seperti yang dilakukan seorang influencer baru-baru ini.

Protokol kesehatan, katanya, harus terus dilakukan sampai herd immunity terbentuk.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran, Prof Kusnandi Rusmil, mengatakan dari 1.620 orang relawan uji klinis vaksin dari Sinovac di Bandung, sebanyak 25 orang di antaranya sempat terkonfirmasi positif Covid-19.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved