Sabtu, 2 Mei 2026

Masih Ada yang Belum Divaksin Saat Vaksinasi Tahap Sat, Padahal Sudah Didata, Ini Penyebabnya

Bisa saja warga yang tidak divaksinasi di tahap awal ini tidak bisa menjalani vaksinasi karena masalah kesehatan atau pendataan.

Tayang:
tribunjabar/ery chandra
Baru 420 Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 di Kota Cimahi, Targetnya 1.940 Orang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan melakukan sinkronisasi data dengan Kementerian Kesehatan RI mengenai sejumlah warga atau tenaga kesehatan yang tidak memenuhi undangan vaksinasi Covid-19 di tahap awal pemberian vaksin.

"Vaksinasi berlangsung lancar di tujuh wilayah di Jabar. Hanya manajemen data masih jadi kendala. Yang data untuk divaksin ternyata tidak 100 persen seperti yang ditargetkan atau dipilih via SMS. Jadi dari 100 persen yang harusnya datang itu tidak semuanya datang," katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (18/1).

Baca juga: Rumah Sakit Penuh, Ruang Isolasi di Scapa AD Bandung Sudah Rawat Pasien Covid-19

Gubernur mengatakan akan melakukan sinkronisasi data dengan pemerintah pusat agar pemerintah daerah di Jabar diberi kewenangan lebih besar untuk mengelola siapa saja yang divaksin atau tidak, supaya pihaknya pun lebih mudah melacak siapa yang belum divaksin. 

"Karena datanya ada di pemerintah pusat, kami enggak tahu. Karena kami enggak tahu, maka kami enggak bisa melakukan pertolongan. Tidak ada informasi atau tidak ada pemberian tahu. Nah ini harus kita cari tahu agar nanti manajemen vaksinasi untuk masyarakat umum di tahap tiga atau empat hadir ya," katanya.

Baca juga: Profil Paranormal Mbak You yang Heboh karena Ramalan Jokowi, Ternyata Ini Sosok Guru Spiritualnya

"Kemudian juga dari tokoh masyarakat yang dijadwalkan divaksinasi di tahap awal adalah 90 orang yang ditargetkan. Tapi ternyata target ini menjadi pelajaran bahwa ketika hari vaksinasi, penyuntikan tidak bisa dilakukan karena tekanan darah orang yang bersangkutan sedang tinggi, jadi target sekian puluh, ada yang ditunda dan menunggu," katanya.

Sejauh ini, katanya, pihaknya tidak mendapati laporan adanya penolakan vaksinasi secara masif dari tenaga kesehatan karena edukasi di Jabar relatif lebih baik.

Baca juga: Soal Keinginan Banyak Klub Agar Liga 1 2020 Dihentikan, Robert Alberts Setuju, Ini Alasannya

Namun, bisa saja warga yang tidak divaksinasi di tahap awal ini tidak bisa menjalani vaksinasi karena masalah kesehatan atau pendataan.

"Saya sudah sampaikan bahwa kalau kita mau beres pandemi, maka yang imun itu ada tiga pintu. Pintu pertama divaksin, pintu kedua terpapar tapi setelahnya kebal, dan ketiganya adalah diam di rumah dan tidak ngapa-ngapain sampai kekebalan masyarakat hadir. Jadi enggak ada pilihan kecuali divaksin. Angka yang sudah divaksin ada 4.070 orang sudah divaksin dari sejak tanggal 14 Januari," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved