Gempa Majene
Terdengar Rintihan di Reruntuhan Rumah Sakit yang Ambruk Akibat Gempa Majene, 6 Pasien Terjebak
Sebuah rumah sakit ambruk akibat gempa. Ada pasien dan keluarganya yang terjebak.
TRIBUNJABAR.ID, MAMUJU - Sejumlah kerusakan terjadi setelah gempa bumi hari ini di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari.
BMKG mencatat gempa bumi tersebut bermagnitudo 6,2.
Gempa terjadi pukul 01.28.
Baca juga: Gempa Susulan di Majene Ternyata Lebih Besar, Kantor Gubernur Sulbar Dibikin Ambruk
Baca juga: UPDATE Gempa 6,2 SM Guncang Mamuju, 3 Orang Tewas
Baca juga: Apa Motif Pelaku Membunuh Fathan Ardian Mahasiswa Telkom University? Ini Kata Polisi
Sebuah rumah sakit dikabarkan roboh akibat gempa tersebut.
Dan ada enam pasien serta keluarganya yang terjebak di reruntuhan.
Ini terjadi di Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat.
Rumah sakit tersebut ambruk akibat gempa.
Terdengar ada suara pasien yang terjebak.
Ia meringis kesakitan. Namun warga tak kesulitasn melakukan evakuasi.
Ini karena material dan rangka gedung yang menindih badan mereka sulit untuk disingkirkan.
Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan sekitarnya pada Jumat (15/1/2021) sekitar 01.28 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (IBMKG) menyatakan, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene.
Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer.
Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Sebelumnya, pada Kamis (14/1/2021) sekitar 13.35 WIB, Majene juga diguncang gempa dengan kekuatan 5,9 magnitudo.
Gempa itu berdampak kepada RS Mitra Manakkara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mendirikan tenda darurat bagi pasien di halaman Rumah Sakit Mitra Manakarra.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Mamuju Ali Rachman, seperti ditulis Antara menyatakan, pendirian tenda darurat itu dilakukan atas permintaan pihak RS Manakkarra karena pasien di lantai 2 dan 3 masih trauma dan takut ada gempa susulan.
"Pihak rumah sakit meminta agar didirikan tenda sementara untuk merawat pasien dari lantai dua dan lantai tiga. Gempa tersebut membuat para pasien panik sehingga mereka keluar ke halaman rumah sakit untuk menyelamatkan diri," kata Ali Rachman.
Selain para pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra, kepanikan juga dialami para pasien RSUD Regional Provinsi Sulawesi Barat.
Baca juga: Update Longsor Cimanggung, Sudah 24 Orang Ditemukan Tewas, 16 Orang Masih Hilang
Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Kondisi Ariel NOAH, Mulai Rasakan Efek Suntikan
Para pasien dan keluarga pasien juga berhamburan ke luar ruang perawatan karena khawatir terjadinya gempa susulan.
"Iya, pasien di RSUD Regional Sulbar juga sempat panik dan ke luar ruangan," ujar Ali Rachman.
Sementara, dari pantauan di halaman RS Mitra Manakarra pada Kamis sore hingga petang, sejumlah pasien dan keluarganya terlihat masih tidak bersedia masuk ke ruang perawatan karena khawatir akan terjadi gempa susulan.
Para petugas dari BPBD Kabupaten Mamuju dibantu beberapa petugas dari rumah sakit, juga terlihat sedang membangun tenda darurat untuk perawatan sementara para pasien yang mengungsi di halaman RS Mitra Manakarra.
"Kami akan tetap bertahan di sini karena masih was-was terjadi gempa susulan. Kami akan tetap di sini sampai betul-betul kami anggap aman," kata Kamaruddin (52), salah seorang pasien yang sebelumnya dirawat di kamar 209 lantai 2, RS Mitra Manakarra.
Saat terjadinya gempa, ia mengaku nyaris tertimpa plafon kamar rumah sakit tempatnya dirawat.
"Plafon kamar rumah sakit sempat ambruk dan nyaris menimpa saya. Untungnya, ada keluarga pasien di sebelah saya yang menahan plafon itu sehingga saya berhasil selamat," tuturnya.
"Kami kemudian menyelamatkan diri dan lari ke halaman rumah sakit. Saya tidak lagi merasakan sakit yang penting bisa menyelamatkan diri dari runtuhnya plafon," terang Kamaruddin yang mengaku sudah dirawat di rumah sakit itu selama tiga hari akibat penyakit prostat.
Salah seorang keluarga pasien, Nurmiati mengaku sangat shock mengalami sendiri gempa berkekuatan 5,9 magnitudo tersebut.
"Kami sangat ketakutan sebab guncangan gempa sangat terasa. beberapa bangunan terlihat retak sehingga kami masih takut masuk ke dalam ruang perawatan," ujar Nurmiati.
Sejumlah perawat RS Mitra Manakarra mengatakan, belum bisa memastikan sampai kapan para pasien tersebut akan dikembalikan ke ruang perawatan.
"Mereka (pasien) tidak mau masuk ke ruang perawatan dan meminta dirawat di sini saja. Jadi, kami tidak bisa juga memaksa sebab bisa berdampak pada psikologi para pasien sehingga kami meminta BPBD untuk mendirikan tenda. Ada beberapa dinding tembok rumah sakit yang retak. Kami belum bisa memastikan kerusakan sebab saat ini masih sibuk menangani pasien," kata salah seorang perawat Rumah Sakit Mitra Manakarra.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Majene, RS Mitra Manakkara Ambruk, 6 Pasien dan Keluarganya Terjebak di Reruntuhan".