Pembangunan Tol Cisumdawu Dikebut, Akhir 2021 Diusahakan Bisa Beroperasi

Pemerintah akan mengebut pembangunan Tol Cisumdawu agar akhir tahun ini bisa dipakai.

Tribunnews.com
Pembangunan Tol Cisumdawu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan berdasarkan laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pengerjaan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu akan dipercepat supaya bisa beroperasi akhir 2021.

Hery mengatakan percepatan pembangunan tol ini mengalami hambatan, di antaranya urusan pembebasan lahan, terutama di seksi VI B.

Hery mengatakan jika urusan ini bisa selesai di awal 2021, maka proses konstruksi bisa segera dilakukan.

Baca juga: Eksekutor Pembunuh Fathan Baru Kenal Satu Minggu Lewat Facebook, Begini Kronologisnya

Baca juga: Hasil Thailand Open 2021 Hari Ini Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ke Semifinal

"Kementerian PUPR menyampaikan 2021 selesai. Proses konstruksinya lagi dikejar,” ujarnya melalui ponsel, Jumat (15/1/2021).

Penyelesaian Tol Cisumdawu, kata Hery, akan menjadi kabar baik bagi Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, jika akses Tol Cisumdawu selesai maka dari sisi kapasitas bisa mengkoneksikan arus barang dan orang dari wilayah Bodebekarpur dan Bandung Raya, ditambah sebagian wilayah Jawa Tengah. 

“Kertajati adalah yang kedua terbesar setelah Soekarno-Hatta, ini masih banyak potensi wilayah yang belum terlayani hingga Jawa Tengah, ini pasar,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pihaknya akan terus mengupayakan percepatan pengerjaan Tol Cisumdawu.

Menurutnya masih belum terkoneksinya akses dari Bandung menuju Kertajati via tol Cisumdawu membuat banyak konsumen memilih terbang dari Jakarta.

“Kuncinya hanya satu, yaitu jalan tol. Jalan tol yang belum selesai membuat warga memilih pilihan-pilihan yang mungkin lebih nyaman bagi mereka. Jadi, apapun pertanyaan Kertajati jawabannya itu,” katanya.

Pihaknya akan terus memaksimalkan pelayanan di Bandara Kertajati, meski ada beberapa keterbatasan.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang membuat aktivitas Bandara Kertajati belum maksimal.

Salah satunya adalah kondisi penerbangan nasional yang tengah menurun di tengah pandemi.

“Kami dari pemerintah selalu berupaya memaksimalkan dengan keterbatasan yang ada. Kami tidak tinggal diam. Tapi faktor ini, namanya hubungan dagang antara konsumen dan pelayanan, tentu keputusan ada dikonsumennya. Konsumen akan memilih mana yang mudah, mana yang nyaman,” tuturnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Bandung Bertambah, Sehari Capai Puluhan, Kebanyakan Penularan Dari Ini

Baca juga: Vokalis Band Kapten Ahmad Zaki Ditangkap Polisi di Kamar Kos, Terkait Narkoba, Ini Barang Buktinya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved