Selasa, 14 April 2026

Banjir dan Longsor, BMKG Ingatkan Soal Bencana Hidrometeorologi, Ini Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrim

BMKG mengimbau masyarakat di periode puncak musim hujan ini untuk waspada dengan berbagai macam ancaman bencana hidrometeorologi. 

Editor: Siti Fatimah
Istimewa
Hujan deras yang menguyur wilayah Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, menyebabkan sebuah sungai meluap dan menyebabkan banjir bandang, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bencana alam terjadi di sejumlah daerah, mulai dari banjir rob, banjir, hingga longsor dan terakhir adalah gempa di Sulawesi Barat. Saat ini Indonesia masih mengalami musim hujan.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperkirakan Indonesia tengah memasuki puncak musim penghujan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah di Indonesia juga mengalami peningkatan intensitas curah hujan.

Baca juga: Cerita Polisi Tertimbun Longsor Cimanggung Selama 2 Jam, Perut Tertindih Batu Besar, Sudah Pasrah

Akibatnya beberapa daerah mengalami bencana banjir seperti di Kalimantan Selatan.

Di Jawa Barat sendiri sejumlah wilayah tergenang banjir seperti di Indramayu dan Ciamis, bahkan beberapa tempat di Garut dan Tasikmalaya.

Untuk itu, BMKG kembali mengingatkan untuk waspada terhadap bencana terutama akibat curah hujan di sebagian wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan intensitasnya. 

Dikutip dari Kompas.Com.  Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin kepada Kompas.com, pada Jumat (15/1/2021) menyebutkan puncak musim hujan 2020/2021 di wilayah Indonesia diprediksikan berlangsung antara bulan Januari-Februari 2021.

Sehingga saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami periode puncak musim hujan.

Baca juga: Jenazah Gagal Dimakamkan, Seminggu Lebih Kuburan di Panumbangan Ciamis Tergenang Banjir

Penyebab peningkatan intensitas

Pada bulan-bulan ini fenomena monsun Asia musim dingin berlangsung aktif dan menandakan musim penghujan sedang berlangsung.

Dalam sepekan ke depan, Miming menyampaikan hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG menunjukkan fenomena fenomena gelombang atmosfer seperti MJO, gelombang kelvin, dan rossby ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia. 

Fenomena itu disertai adanya pusat tekanan rendah yang mengakibatkan terbentuk pola konvergensi.

"Belokan angin berpotensi memberikan pengaruh pada peningkatan pertumbuhan awan hujan, sementara itu suhu muka laut masih cukup hangat di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Kondisi dinamika atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi curah hujan hingga sepekan kedepan di beberapa wilayah Indonesia," jelas dia. 

Baca juga: Malam Ini Pencarian Korban Longsor Cimanggung Dihentikan Sementara, 16 Orang Masih Hilang

Wilayah alami hujan lebat

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved