Breaking News:

Vaksinasi Covid di Jabar

Jangan Coba-coba Provokasi Tolak Vaksin, Bisa Kena Denda 100 Juta, Kapolda Jabar: Ada Langkah Hukum

Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri meminta tidak ada pihak - pihak yang sengaja memprovokasi untuk tidak divaksin Covid 19.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri (kanan) setelah disuntik vaksin di RSHS, Kamis (14/1/2021), Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri meminta tidak ada pihak - pihak yang sengaja memprovokasi untuk tidak divaksin Covid 19. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Kapolda Jabar Irjen Achmad Dofiri meminta tidak ada pihak - pihak yang sengaja memprovokasi untuk tidak divaksin Covid 19.

"Bagaimanapun juga vaksin sudah jelas dari keamanannya sudah pasti aman, dari sisi melindungi terjamin dan dari segi halal, MUI sudah keluarkan fatwa halal. Saya imbau jangan ada provokasi (untuk menolak vaksin)," ucap Dofiri di RSHS Bandung, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Kata Risa Saraswati & Ariel Noah Setelah Vaksin Covid-19, Risa: Kecil Banget, Ariel Tak Rasakan Efek

Ahmad Dofiri ikut divaksin Sinovac di RSHS Bandung bersama sejumlah tokoh dan pejabat di wilayah Jabar.

Ia menyebut, provokasi untuk tidak divaksin memiliki konsekuensi hukum pidana.

Ancaman pidana soal itu diatur di Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca juga: Wagub Jabar Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Tekanan Darah Naik, Dipijat Ridwal Kamil Biar Santai

Pasal 93 UU No 6/2018:

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)."

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi, Wagub Jabar Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil; Ada Sedikit Resiko

"Ada langkah hukum jika (provokasi) itu meresahkan, secara hukum jika memenuhi unsur bisa ditindak (secara pidana)," kata Dofiri.

Sementara itu, seusai divaksin, Dofiri mengaku tidak merasakan apapun dampak dari vaksin.

Bahkan, rasanya disuntik tidak terasa.

Baca juga: Termasuk Ariel NOAH dan Risa Saraswati, Ini 10 Pionir yang Disuntik Vaksin Covid-19 di RSKIA Bandung

"Dibanding saat (disuntik) rapid, ini (divaksin) tidak terasa. Saya termasuk yang sudah divaksin dan sudah lewat satu jam sampai sekarang belum ada gejala apapun.

Tapi dokter sampaikan, bisa saja ada gejala sampai waktu tiga hari ke depan," ujar Kapolda di RSHS Bandung. 

Pada kesempatan itu, hadir Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama sejumlah tokoh di Jabar yang mendapat vaksinasi, seperti Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

Baca juga: WAH, Harga Indukan Ikan Koi Kohaku Rp 27 miliar, Kini Ada di Cianjur, Ternyata Ini Keistimewaannya

"Mudah-mudahan saja tidak sampai ada gejala - gejala lain. Tapi apapun itu,  jangan takut, tidak usah khawatir," ujar Kapolda.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved