Minggu, 3 Mei 2026

Proyek Petrochemical Complex di Indramayu, Warga Majakerta Layangkan Petisi, Sebut Soal Keramat

Sejumlah warga di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu berbondong-bondong

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
tribunjabar/handika rahman
Proyek Petrochemical Complex di Indramayu, Warga Majakerta Layangkan Petisi, Sebut Soal Keramat 

Soal Pembangunan Proyek Petrochemical Complex di Indramayu, Warga Majakerta Layangkan 3 Poin Petisi, Sebut Soal Keramat

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sejumlah warga di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu berbondong-bondong mendatangi balai desa, Kamis (7/1/2021).

Kedatangan mereka hendak menyerahkan petisi yang menjadi aspirasi masyarakat soal pembebasan lahan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu hasil kerja sama Pertamina dan CPC Taiwan.

Salah seorang perwakilan warga, Rendra (52) mengatakan, sedikitnya ada 3 poin petisi yang dituntut masyarakat Majakerta soal pembangunan mega proyek tersebut.

Petisi ini berdasarkan riset yang dilakukan warga soal dampak sosial masyarakat terkait pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu tersebut.

"Warga menuntut diberikan hak dan harga sekeramat-keramatnya, kedua penentuan relokasi harus dari masyarakat Majakerta, dan menghidupkan Sungai Gebang Sawit untuk nelayan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Baca juga: Buntut Pilkada, Tim Kuasa Hukum Wani Laporkan KPU Kabupaten Tasikmalaya ke DKPP

Rendra mengatakan, masyarakat Majakerta sebenarnya mendukung pembangunan industri yang memiliki investasi senilai Rp 100 triliyun tersebut.

Hanya saja, tuntutan tersebut harus dipenuhi agar tidak ada pihak yang dirugikan. 

Termasuk soal harga ganti rugi pembebasan lahan dan pemindahan pemukiman warga nantinya.

Dijelaskan Rendra, Desa Majakerta memiliki sejarah panjang, di sana terdapat berbagai sektor yang menjadi kearifan lokal sekaligus sumber mata pencaharian warga.

Lanjut dia, yang paling disayangkan jika Desa Majakerta harus direlokasi adalah soal keberadaan situs-situs sejarah.

Seperti makan pebuyutan dan ikon api abadi yang ada di desa setempat yang terancam hilang karena keberadaan Proyek Petrochemical Complex.

"Maka kami di sini membentuk petisi yang seperti saya katakan, bahwa masyarakat menginginkan rasa sepenanggungan rasa seuyunan yang bisa merangkul dan memeluk sesama hidup," ujar dia.

Petisi ini, disampaikan Rendra akan diteruskan pula kepada Ketua DPD Desa Majakerta, Kepala Desa Majakerta, Camat Balongan, Ketua DPRD Indramayu, Bupati Indramayu, Manager PT Pertamina RU VI Balongan, dan Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Indramayu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved