Indonesia Lockdown Bila Kasus Covid-19 Tak Terbendung Presiden Jokowi Ingatkan Hal Berikut
Soal kumungkinan Indonesia lockdown diungkapkan Presiden Jokowi saat berbicara dalam rapat terbatas bersama menteri dan gubernur
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hingga awal tahun 2021, kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bahkan sejumlah daerah tercatat mengalami kenaikan kasus.
Karena itu, pemerintah mulai tanggal 11 Januari 2021 akan menerapkan kembali PSBB di Jawa dan Bali.
Kondisi masih belum meredanya kasus Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Ciamis Tidak Terapkan PSBB Tetapi Laksanakan Prokes Secara Ketat, Awasi OTG yang Keluyuran
Bahkan Presiden Jokowui sempat menyinggung soal kemungkinan Indonesia lock down karena pandemi yang masih terjadi ini.
Soal kumungkinan Indonesia lockdown diungkapkan Presiden Jokowi saat berbicara dalam rapat terbatas bersama menteri dan gubernur yang disiarkan dalan live Instagram Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).
Dikutip dari Kontan.Id, mula-mula, Jokowi meminta semua pihak untuk bekerja keras dan mati-matian dalam mengurangi dan menghentikan dampak pandemi. Setelah itu, dia menyinggung perihal survei terakhir yang dilakukan pemerintah.
Survei menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin menurun.
"Kaitannya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan itu turun. Sebab itu saya minta Komite dan Satgas agar ini diberikan tekanan lagi kepada komunikasi publik yang baik lewat televisi," ujar Jokowi.
Baca juga: Ada Klaster dari Isolasi Mandiri, Pasien Positif Covid-19 di Sumedang Akan Diisolasi di Markas TNI
Jokowi meminta ada pernyataan pengingat dan penegasan bahwa pelaksanaan 3M itu sangat penting dan harus terus dilakukan.
Jokowi mengingatkan pula agar disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M itu jangan sampai berkurang.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengingatkan saat ini sejumlah kota di mancanegara kembali menerapkan lockdown.
"Dua hari lalu London lockdown, Tokyo juga sama. Bangkok yang dekat kita juga lockdown.
Terakhir, kemarin bukan hanya London saja tapi Inggris juga (lockdown)," ungkap Jokowi.
"Hati-hati ini jadi catatan kita semuanya jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat drastis (di Indonesia) sehingga kita dipaksa untuk melakukan (lockdown)," tegasnya.
Baca juga: VIDEO-Meninjau Persiapan Makam Baru Jenazah Covid-19 di Cimenteng, Lebaksaat Cimahi Masih Kosong
Lebih lanjut, Jokowi merinci data kasus aktif Covid-19 pada November dan Desember.