Donor Plasma Darah Diklaim Efektif dalam Penyembuhan Covid-19, Berhari-hari Cari Darah Penyintas
Donor plasma darah atau convalescent dari penyintah Covid 19 hingga saat ini diyakini jadi cara paling efektif dalam penyembuhan pasien Covid 19
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG-Donor plasma darah atau convalescent dari penyintas Covid 19 hingga saatini diyakini jadi cara paling efektif dalam penyembuhan pasien Covid 19. Indikatornya, permintaan darah dari penyintas Covid 19, selalu tinggi.
"Permintaannya memang tinggi. Angka pastinya belum bisa saya sebut, tapi untuk saat ini di Kota Bandung per minggu selalu ada permintaan darah dari penyintas Covid 19. Secara garis besar donor plasma ini memang efektif, permintaannya tinggi. Tapi detail sejauh mana keefektifannya, para klinisis yang lebih tau," ujar Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, dr Uke Muktimanah via ponselnya, Kamis (7/1/2021).
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid, 100 Pelayan Publik di Purwakarta Diperiksa Pascalibur Natal dan Tahun Baru
Di tengah permintaan plasma darah yang tinggi, namun, justru PMI tidak memiliki stok bahkan tidak menyetok darah dari penyintas.
"Tidak ada stok, idealnya memang ada stok darah itu. Tapi kan sejauh ini penyintas Covid 19 yang mendonor terbatas, selain itu, ada persyaratan yang harus dipenuhi," ujar Uke.
Ia menjelaskan syarat yang harus dipenuhi penyintas Covid 19 yang ingin mendonorkan darahnya. Salah satunya, penyintas Covid 19 yang bergejala berat sehingga antibodinya memiliki kadar yang tinggi.
Baca juga: Dua Pasien Positif Covid-19 di Sumedang Meninggal Dunia, Total Meninggal Kini Menjadi 47 Orang
"Kalau penyintas Covid 19 yang tanpa gejala, antibodi di darahnya kurang bagus. . Bagusnya darah dari penyintas yang bergejala, sembuh setelah dua minggu hingga 12 minggu, itu antibodinya sangat tinggi," ucap Uke.
Selama pandemi Covid 19, PMI Kota Bandung sudah sering menerima donor dari penyintas Covid 19. Uke tidak menyebut angka pasti sampai berapa labu darah yang pernah terkumpul.
"Sampai sejauh ini sampai 150 lebih penyintas yang mendonorkan darahnya. Ada pengalaman kami, ada pendonor yang berulang kali mendonorkannya saat dibutuhkan sekali," kata dia.
Baca juga: Zona Merah Covid-19, Belajar Tatap Muka di Kabupaten Cirebon Ditunda
Pemerintah sendiri saat ini merencanakan untuk membuat bank darah dari penyintas Covid 19 untuk para pasien yang masih dirawat.
Tidak mudah mencari darah dari penyintas covid. Ana H (40), sudah sejak seminggu terakhir mencari pendonor plasma convalescent dari penyintas covid. Hingga hari ini belum menemukan.
"Orangtua saya dirawat di salah satu rumah sakit karena covid dengan penyakit penyerta. Dokter menyarankan untuk plasma darah supaya penyembuhanya lebih cepat. Sudah seminggu terakhir ini mencari tapi belum dapat," ujar Ana via ponselnya, Kamis (7/1/2021).
Baca juga: Menonaktifkan Virus Corona Lantas Membentuk Kekebalan Tubuh, Ini Cara Kerja Vaksin Covid-19
Ia mengaku sudah menghubungi PMI Kota Bandung namun stoknya tidak ada, kalaupun ada, golongan darahnya tidak sesuai. PMI Kota Bandung sudah mensosialisasikan dan menyarankan agar penyintas Covid 19 bergejala untuk mendonorkan darahnya.
"Kalaupun ada, golongan darahnya tidak sesuai. Jadi perjuangan mencari darah penyintasnya butuh perjuangan," ujar Ana, warga Kota Bandung di bagian timur.
Lain lagi dengan cerita seorang pria, sebut saja namanya Budi (48). Pada Agustus 2020, dia dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bandung karena Covid 19 selama sekira 4 minggu.
Dokter menyarankannya untuk didonor darah penyintas.
Baca juga: BPOM Pastikan Kawal Keamanan dan Mutu Vaksin Covid-19 Sebelum dan Selama Peredaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/donor-darah-di-ruang-unit-transfusi-darah-utd-pmi-kota-bogor.jpg)