Belajar Tatap Muka di Jabar
15 Daerah di Jabar Tak Jadi Belajar Tatap Muka, di 12 Daerah Ribuan Sekolah Sudah Siap,Ini Daftarnya
Ini daftar 15 daerah yang melanjutkan belajar di rumah dan 12 daerah yang siap belajar tatap muka di Jabar.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 1.743 SMA/SMK dan SLB di 12 kabupaten dan kota di Jawa Barat menyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah pada 11 Januari 2021.
Namun demikian, pembelajaran tatap muka tersebut harus mendapat tinjauan dan izin dari satuan tugas penanganan Covid-19 di tingkat kota dan kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan di Jawa Barat terdapat 4.996 SMA/SMK/SLB, baik negeri maupun swasta.
Baca juga: UPDATE Sepasang Kekasih Tewas Mengenaskan di Kamar Kos di Cianjur, Ternyata Kondisi Wanitanya Kritis
Baca juga: SAH, di Kuningan Kini Berdiri Front Persatuan Islam, Dideklarasikan Siang Tadi, Dihadiri Eks FPI HRS
Setelah mereka melakukan pengajuan di Dapodik Jabar tentang kesiapan pembelajaran tatap muka, tercatat 1.743 di antaranya menyatakan diri siap melakukan pembelajaran tatap muka.
"Kalau kami hitung dari jumlah total sekolah tadi, berarti sekitar di 34,89 persen sekolah di Jabar siap melakukan tatap muka. Sekarang dari 34,89 persen itu, untuk SMA ada 12,13 persen, untuk SMK 21,32 persen, dan untuk SLB 1,44 persen, dari jumlah total yang mengajukan," katanya di Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Senin (4/1/2021).
Dedi menambahkan, 1.743 sekolah tersebut terdapat 12 kabupaten dan kota yang sudah siap melakukan pembelajaran secara tatap muka secara parsial, yakni Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Subang.
Sebanyak 15 daerah yang memutuskan melanjutkan Belajar Di Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), katanya, adalah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota bandung, dan Kabupaten Sumedang.
Tindak lanjut Disdik Jabar, katanya, menyampaikan kesiapan sekolah tersebut kepada pemerintah kabupaten dan kota masing-masing.
"Kalau ada diputuskan pembelajaran tatap muka, mereka sudah siap dengan sarana dan prasarana yang diajukan. Artinya Jabar hari ini terkait dengan rencana pembelajaran tatap muka, pilihannya adalah tatap muka dilakukan secara bertahap dengan prinsip sukarela dan tidak wajib. Artinya sukarela dan tidak wajib ini penerapan secara parsial," katanya.
Pemberlakuan pembelajaran tatap muka secara parsial ini dilakukan karena nantinya tahapan yang dilakukan sekolah akan mengalami verifikasi di level pengawas dan cabang dinas.
Setelah itu dari level cabang dinas akan meminta rekomendasi dan izin dari bupati atau wali kota sebagai ketua satgas penanganan Covid-19.
"Jadi, dibuka atau tidak, ada di level kabupaten kota sebagai ketua satgas Covid-19. Hari ini kami menyajikan, satuan pendidikan yang telah siap tatap muka ada 1.743, dan yang lainnya masih melakukan pembelajaran daring," katanya.
Baca juga: Sosok Syekh Ali Jaber, Kebaikannya Dikenang, Maafkan Pelaku Penusukan dan Angkat Pemulung Jadi Anak
Baca juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia, Bagaimana Nasib Pemain Asing Persib?
Dari hasil itu, saat dirinya melakukan komunikasi dengan disdik di kota dan kabupaten, dinyatakan 15 kota dan kabupaten yang sudah menetapkan akan melanjutkan pola pembelajaran jarak jauh.
"Ada 12 kota dan kabupaten yang menerapkan parsial, disesuaikan dengan kondisi kebutuhan dan kondisi perkembangan Covid-19 di kota dan kabupatennya. Parsial itu dari kota dan kabupaten, dari wilayah kecamatan yang harus adakan pembelajaran tatap muka, ada juga di satu wilayah lainnya tidak melakukan itu," katanya.