Breaking News:

VIDEO Stok Tempe dan Tahu di Pasar Ujungberung Langka, Pedagang Mengeluh Naiknya Harga Kedelai

Kelangkaan tempe dan tahu di Bandung dan beberapa wilayah lainya sebagai imbas kenaikan harga kedelai

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kelangkaan tempe dan tahu di Bandung dan beberapa wilayah lainya sebagai imbas kenaikan harga kedelai berdampak terhadap penjualan tempe dan tahu di pasar tradisional Ujungberung. 

Penjual tempe dan tahu di pasar tradisional Ujungberung, Dedi (42), mengatakan,  ketersedian bahan baku tahu dan tempe di Pasar Ujungberung masih kehabisan stok. 

"Sampai sekarang saya belum mendapatkan stok bahan baku tahu dan tempe. Mogok kerjanya para produsen tahu dan tempe sangat berimbas kepada para pedagang di sini. Bahkan penjual batagor dan gorengan juga kena imbasnya," ujarnya kepada Tribun Jabar, ditemui di pasar tersebut, Jumat (1/1/2021). 

Baca juga: Soal Kabar Gugatan Cerai Aa Gym, Ini Penjelasan Humas Pengadilan Agama Kota Bandung

Dedi menceritakan, alasan para produsen tempe dan tahu mogok kerja karena harga kedelai yang naik pesat. Dari harga normal Rp 7 ribu naik menjadi Rp 9 ribu. 

"Jadi hasil produksi belum bisa naik, takutnya dalam situasi covid ini daya beli masyarakat menurun. Makanya para pedagang juga bingung dengam situasi saat ini. Tolonglah ada campur tangan pemerintah supaya bisa menekan harga kedelai kembali normal, supaya saya dan lainnya bisa jualan kembali di pasar ini," kata Dedi 

Di tempat yang sama, penjual tahu dan tempe, Mulyana (33), mengatakan, menjual tahu dan tempe menjadi rutinitasnya di pasar Ujungberung. 

Baca juga: VIDEO-Korban Meninggal Perahu Terbalik di Waduk Cirata Ditemukan, Niat Menolong Malah Ikut Tenggelam

"Selama beberapa tahun saya jualan tahu dan tempe di pasar ini, belum ada yang namanya kesulitan stok, apa lagi untuk menjualnya tidaklah sulit. Kali ini kami merasakan susahnya mendapatkan bahan baku tahu dan tempe karena imbas dari mogoknya para produsen tersebut," tutur Mulyana. 

Mulyana berharap, semoga harga kedelai turun kembali dan para produsen tahu dan tempe aktif bekerja lagi. 

"Pabrik tahu dan tempe mogok kerja selama tiga hari saja. Namun saya masih ada stok tempe dan tahu beberapa hari ini. Karena tahu dan tempe langka di pasar tradisional, harga kedua bahan baku tersebut naik. Awalnya Rp 8 ribuan menjadi Rp 10 ribuan dijual di pasar," jelas Mulyana. 

"Solusi yang saya ambil agar bisa menyetok tahu dan tempe beberapa hari ini, saya akan memproduksi kedelai sendiri saja," sambung Mulyana.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Stok Tempe dan Tahu di Pasar Ujungberung Langka, Pedagang Mengeluh Karena Naiknya Harga Kedelai, https://jabar.tribunnews.com/2021/01/01/stok-tempe-dan-tahu-di-pasar-ujungberung-langka-pedagang-mengeluh-karena-naiknya-harga-kedelai.
Penulis: Fasko dehotman
Editor: Siti Fatimah
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: Fasko dehotman
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved