Penyekatan Kendaraan dan Objek Wisata Ditutup Saat Tahun Baru, Hotel di Sumedang Banyak yang Kosong
Okupansi hotel di Sumedang saat libur tahun baru 2021 di bawah 10 persen.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Momen libur Tahun Baru 2021 saat pandemi Covid-19 tampaknya tidak begitu menguntungkan bagi pengusaha hotel di Kabupaten Sumedang karena hingga saat ini masih banyak hotel yang kosong.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang, Nana Mulyana mengatakan, okupansi hotel pada libur Tahun Baru 2021 ini hanya di bawah 10 persen akibat adanya penyekatan wisatawan di perbatasan yang akan masuk ke Sumedang.
"Sehingga wisatawan yang akan masuk ke Sumedang juga mengurungkan niatnya dan memilih balik lagi ke rumah," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (1/1/2021).
Baca juga: 16 Rumah Dirusak Warga Desa Tetangga, Kades Cikeusal Kuningan Minta Polisi Sikat Pelaku Biar Kapok
Baca juga: Selamat Tahun Baru 2021! Belum Terlambat Beri Ucapan Happy New Year, Bagikan Gambar dan Kata-kata
Kondisi ini, kata dia, diperparah dengan adanya surat edaran Bupati Sumedang yang ditandatangani pada 28 Desember 2020.
Dalam surat edaran tersebut semua tempat wisata dilarang beroperasi selama 4 hari, terhitung sejak 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
"Jadi, okupansi hotel di Sumedang dibawah 10 persen. Bahkan, sekelas Hotel Puri Khatulistiwa (Jatinangor) hanya terisi satu kamar. Di Sumedang kota juga sama, kosong tidak terisi penuh," kata Nana yang juga pemilik Objek Wisata Kampung Karuhun ini.
Ia mengatakan, kondisi pada momen libur Tahun Baru 2021 ini sangat berbeda dengan libur Tahun Baru sebelumnya.
Sebab, pada tahun baru sebelumnya, okupansi hotel bisa mencapai 80 hingga 90 persen.
"Bahkan tahun 2019 penerimaan pajak dari hotel dan restoran kurang lebih Rp 25 miliar. Nah tahun 2020 turun karena pandemi Covid-19," ucapnya.
Melihat hal itu, pihaknya berharap pada momen libur Tahun Baru 2021 ini pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor usaha hotel dan restoran bisa kembali meningkat.
Namun, dengan adanya penutupan objek wisata selama 4 hari hingga okupansi hotel minim, harapan untuk membantu pemerintah untuk meningkatkan PAD itu dipastikan tidak akan terealisasi.
"Bagaimana PAD bisa meningkat, kalau tamu yang menginap (di hotel) dan orang yang makan di restoran juga tidak ada," ucapnya.
Terkait hal ini, pihaknya sudah menyampaikan permohonan operasional objek wisata ke Pemkab Sumedang saat libur Tahun Baru ini agar perekonomian di Kabupaten Sumedang bisa kembali meningkat.
"Penutupan (objek wisata) saya pikir bukan solusi. Kalau menurut saya, opsi yang bijak itu tetap dibuka dan terapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Bila perlu ada Satgas Covid-19 yang ditempatkan di situ," kata Nana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-phri-kabupaten-sumedang-nana-mulyana.jpg)