Jumat, 22 Mei 2026

Menatap Awan di Bawah Mata Kaki Saat Berdiri di Satu Desa Halaman Belakang Gunung Papandayan

Langit biru yang berkelindan dengan hijaunya pegunungan seketika berubah jadi awan hitam kemudian

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
tribunjabar/mega nugraha
Menatap Awan di Bawah Mata Kaki Saat Berdiri di Satu Desa Halaman Belakang Gunung Papandayan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Langit biru yang berkelindan dengan hijaunya pegunungan seketika berubah jadi awan hitam, kemudian rintik hujan turun saat waktu melewati tengah hari.

Jalan desa yang mayoritas rusak, berbatu, bergelombang, yang semula kering, di banyak tempat jadi kubangan air.

Sejumlah pengendara ojek gunung, jasa transportasi yang biasa mengantarkan sayuran dari kebun di bukit-bukit, hilir mudik menerjang kubangan air di jalan yang rusak.

Pemandangan itu jadi keseharian warga di Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Desa itu dilihat dari citra satelit yang disajikan Google Maps, jadi salah satu desa paling selatan agak ke timur di Kabupaten Bandung.

"Iya betul ini mah desa paling ujung selatan di Kabupaten Bandung, setelah desa ini sudah masuk Garut Selatan," ucap Hendar (50), mantan aparatur desa saat berbincang di Kampung Neglawangi, belum lama ini.

Baca juga: PHSNI Nilai Hilangnya Formasi Guru untuk CPNS Tidak Sesuai Undang-undang dan Diskriminatif

Di puncak bukit Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung
Di puncak bukit Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (tribunjabar/mega nugraha)

Dari catatan aplikasi pengukur ketinggian di ponsel Android,  Desa Neglawangi berada di ketinggian 2.075 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Karena ketinggian desa itu, halimun di atas bukit kecil kebun teh tampak terlihat dekat, ada kala desa itu tertutup kabut bahkan di waktu tertentu, awan berada di bawah pandangan. Sehingga, tidak keliru jika desa itu termasuk desa tertinggi di Kabupaten Bandung.

"Kalau orang Bandung yang datang kesini bilangnya desa di atas langit," ucap Hendar sambil berkelakar.

Desa ini berjarak 25 km dari Pangalengan serta 15 km dari Kertasari. Di sebelah barat, menjulang tinggi Gunung Papandayan hingga Gunung Kendang. Desa itu berada di tengah perkebunan teh milik PTPN VIII Pabrik Teh Sedep.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Ada di Bandung, BaTotal 3 Jutagaimana Tahapan Selanjutnya? Ini Kata Menkes

Selain perkebunan, warga juga menggarap lahan kebun untuk ditanami sayuran seperti kentang, wortel hingga kol.

Dari desa itu, saat panen, sayuran diangkut dari kebun menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi.

Satu motor bisa mengangkut hasil kebun seperti kentang hingga wortel sebanyak 10 karung dalam satu motor ke desa. Kemudian, hasil kebun itu dibawa menggunakan truk untuk dijual ke pasar.

SD terjauh di desa ini yakni SD Sukatinggal dan SD Cileuleuy. Itu berbatasan langsung dengan pegunungan di Garut Selatan seperti Gunung Tajur, Marungkut, Gunung Malang hingga Gunung Kasang.

Ada satu SMP di desa itu, sedangkan untuk jenjang SMA, pelajar harus ke Pangalengan atau Kertasari.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved