Kamis, 7 Mei 2026

Kendaraan Disekat Objek Wisata Ditutup, Bikin Hotel di Sumedang Banyak yang Kosong

Momen libur Tahun Baru 2021 saat pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu menguntungkan bagi pengusaha hotel

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Bupati Sumedang Malam Tahun Baru Keliling Wilayah, Ini yang Ditemuinya pada Malam yang Sepi Itu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Momen libur Tahun Baru 2021 saat pandemi Covid-19 nampaknya tidak begitu menguntungkan bagi pengusaha hotel di Kabupaten Sumedang, karena hingga saat ini masih banyak hotel yang kosong.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang, Nana Mulyana mengatakan, okupansi hotel pada libur Tahun Baru 2021 ini hanya dibawah 10 persen akibat adanya penyekatan pengendara di perbatasan yang akan masuk ke Sumedang.

"Sehingga wisatawan yang akan masuk ke Sumedang juga mengurungkan niatnya dan memilih balik lagi ke rumah," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (1/1/2021).

Kondisi ini, kata dia, diperparah dengan adanya surat edaran Bupati Sumedang yang ditandatangani pada 28 Desember 2020. Dalam surat edaran tersebut semua tempat wisata dilarang beroperasi selama 4 hari, terhitung sejak 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Baca juga: Pulang dari Rumah Cewek Saat Malam Tahun Baru, Teguh Dibacok Gerombolan Pemuda Tidak Dikenal

"Jadi, okupansi hotel di Sumedang dibawah 10 persen. Bahkan, sekelas Hotel Puri Khatulistiwa (Jatinangor) hanya terisi satu kamar. Di Sumedang kota juga sama, kosong tidak terisi penuh," kata Nana yang juga pemilik Obyek Wisata Kampung Karuhun ini.

Ia mengatakan, kondisi pada momen libur Tahun Baru 2021 ini sangat berbeda dengan libur Tahun Baru sebelumnya. Sebab, pada tahun baru sebelumnya, okupansi hotel bisa mencapai 80 hingga 90 persen.

"Bahkan tahun 2019 penerimaan pajak dari hotel dan restoran kurang lebih Rp 25 miliar. Nah tahun 2020 turun karena pandemi Covid-19," ucapnya.

Melihat hal itu, pihaknya berharap pada momen libur Tahun Baru 2021 ini pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor usaha hotel dan restoran bisa kembali meningkat.

Namun, dengan adanya penutupan obyek wisata selama 4 hari hingga okupansi hotel minim, harapan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan PAD itu dipastikan tidak akan terealisasi.

"Bagaimana PAD bisa meningkat, kalau tamu yang menginap (di hotel) dan orang yang makan di restoran juga tidak ada," ucapnya.

Baca juga: Kabar Buruk Bagi PNS, Gaji Minimal Rp 9 Juta Per Bulan Tak Jadi Tahun 2021, Ini Kata Menpan RB

Terkait hal ini, pihaknya sudah menyampaikan permohonan operasional obyek wisata ke Pemkab Sumedang saat libur Tahun Baru ini agar perekonomian di Kabupaten Sumedang bisa kembali meningkat.

"Penutupan (obyek wisata) saya fikir bukan solusi. Kalau menurut saya, opsi yang bijak itu tetap dibuka dan terapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Bila perlu ada Satgas Covid-19 yang ditempatkan disitu," kata Nana.

Dengan cara seperti itu, kata Nana, selain membantu pengusaha hotel dan pengelola obyek wisata, perekonomian pedagang kaki lima (PKL) juga akan terus berjalan dan akan kembali bergeliat.

"Di tempat saya saja berapa banyak itu PKL yang ikut hidup disitu. Tapi dengan adanya penutupan ini semuanya berhenti," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved