Ridwan Kamil Tak Akan Disuntik Vaksin yang Dibeli Oleh Pemerintah, Ini Alasannya
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dirinya tidak akan mendapat suntikan vaksin Covid-19 yang dibeli oleh pemerintah
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dirinya tidak akan mendapat suntikan vaksin Covid-19 yang dibeli oleh pemerintah. Sebab, dirinya telah menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 dalam kelompok 1.620 relawan vaksin, sejak Agustus lalu.
Kang Emil mengatakan setidaknya ada dua jenis vaksin Covid-19 di Indonesia.
Vaksin pertama adalah yang dibeli oleh pemerintah dari berbagai produsen luar negeri.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Asal Cina yang yang Dipilih Indonesia Diklaim Efektif 91,25 Persen
Vaksin jenis kedua adalah vaksin yang masih diuji klinis oleh Universitas Padjadjaran dan Biofarma dan akan diproduksi di dalam negeri, yakni vaksin yang diujicobakan ke tubuh Kang Emil.
“Saya tidak diizinkan untuk divaksin lagi karena nanti akan tercampur dengan vaksin yang sedang diuji. Jadi tokoh-tokoh Jabar yang mengikuti teladan Pak Presiden kemungkinan dimulai oleh Pak Wakil Gubernur (Uu Ruzhanul Ulum) dan yang lain-lain mengikuti,” katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (28/12).
Selain itu, Kang Emil menuturkan bahwa Provinsi Jabar membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pun terus dilakukan.
Mulai dari kesiapan puskesmas sampai Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga: Dinkes Kabupaten Cirebon Prediksi Vaksin Covid-19 Tiba Pekan Ketiga Januari 2021
"Terkait vaksin kita sudah menghitung minimal Jawa Barat membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Sudah siap kurang lebih seribuan puskesmas dan 90-an rumah sakit sudah dilatih dalam persiapan vaksinasi," katanya.
Persiapan pemberian vaksin yang dibeli oleh pemerintah pusat, katanya, kemungkinan akan dilaksanakan di minggu ketiga Januari 2021.
Sedangkan hasil uji klinis vaksin Covid-19 oleh Universitas Padjadjaran akan diumumkan di awal 2021.
Seperti diketahui, Kang Emil bersama Kapolda Jabar sebelumnya Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Ade Adhyaksa memutuskan bergabung dalam 1.620 relawan uji klinis vaksin Covid-19 asal Sinovac yang diuji coba oleh Universitas Padjadjaran.
Mereka pun menjalani serangkaian uji klinis.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Belum Tentu Cocok untuk Semua Orang, Ini Kata Epidemiolog
Sebelumnya, Juru bicara tim uji klinis vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran, Rodman Tarigan, mengatakan relawan uji klinis vaksin fase tiga COVID-19 Sinovac harus melakukan enam kunjungan penelitian selama uji klinis berlangsung.
Pada kunjungan pertama atau Visit 0 (V0), yang mulai dilakukan pada Agustus lalu, relawan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test.
Jika hasil tes negatif, relawan melakukan kunjungan kedua atau Visit (V1).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-tunjukan-tanda-setelah-disuntik-vaksin-covid-19.jpg)