Ada Virus Baru Mutasi Dari Covid-19, Lebih Bahaya, Ini Kata Ahli Mikrobiologi dan Kadinkes Bandung.
Laporan dari Eijkman Institute beberapa waktu lalu menemukan bahwa virus Corona di Indonesia memiliki strain yang berbeda dengan virus di Wuhan
Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Dengan kata lain, mutasi suatu virus bisa jauh lebih berbahaya jika dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Karena mutasi setiap virus dipengaruhi oleh faktor inangnya, Mira berpendapat bahwa pengembangan vaksin mestinya disesuaikan dengan hasil mutasi virusnya.
“Vaksin Covid-19 di Indonesia seharusnya disesuaikan dengan karakter virus yang ada di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, meski belum terdeteksi atau adanya laporan pasien terkait kemunculan Strain atau SARS-CoV-2 VUI yang disebut-sebut merupakan mutasi baru dari covid-19 di tanah air, namun Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan tetap mewaspadai potensi kemunculan mutasi virus tersebut.
Baca juga: 10 Kelurahan di Kota Bandung Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Selamatkan Diri dengan 3M
Pasalnya beberapa negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Swiss, Swedia hingga Perancis, dan beberapa negara Asia, sepeti Jepang, Malaysia, Singapura, dan Lebanon telah melaporkan ditemukannya Strain di negara masing-masing.
"Sejauh ini kami belum mendapatkan laporannya itu ya, untuk mengetahui adanya virus baru dari mutasi covid-19 itu kan
enggak bisa diawasi kan, jadi ketahuannya harus secara mirkrobiologi ditemukan, dan kemudian dilaporkan kepada pemerintah. Meskipun belum ada laporan, tapi kita harus waspada saja, karena virus itu bisa datang dari apa dan di mana saja," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanegara melalui pesan singkat, Senin (28/1/2020).
Ahyani pun kembali menegaskan, bahwa ada atau tidak adanya virus baru tersebut, semua pihak tetap harus disiplin menerapkan 3M dimana pun dan kapan pun, serta selalu waspada dalam berkegiatan aktivitas.
"Dengan demikian jangan jadi kita bertanya apakah sudah ada di Bandung, mau ada maupun tidak ada kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan saja," katanya.