Breaking News:

Di Usia Tua, Amien Rais Ditagih Politikus PDIP Jalan Kaki Yogya-Jakarta, Dewi Bicara Keras di Video

Di usia sudah tua atau lansia, politikus Amien Rais ditagih jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta. Politikus PDIP beri pilihan jika tak mampu.

Kolase Tribun Jabar
Di usia sudah tua atau lansia, politikus Amien Rais ditagih jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta. Politikus PDIP Dewi Tanjung beri pilihan jika tak mampu. 

Di usia sudah tua atau lansia, politikus Amien Rais ditagih jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta.

Janji itu pernah dilontarkan Amien Rais pada pertarungan Pilpres 2014, Jokowi vs Prabowo.

Kala itu Amien Rais janji jalan kaki Yogyakarta-Jakarta kalau pernah bicara meminta Prabowo diadili karena pelakukan pelanggaran HAM.

Nyatanya hingga kini janji itu tak pernah dilakukan. Wanita politikus PDIP, Dewi Tanjung menagih janji Amein Rais.

Baca juga: Ayah Lesti Bicara Soal Rencana Pernikahan Lesti dan Rizky Billar: Kapan pun Mereka Siap Saya Siap

Baca juga: Resmi Jadi Pembantu Presiden Jokowi, Bu Risma Masih Sibuk di Surabaya, Kapan Ngantor di Kemensos?

Baca juga: AWAS ADA ORANG JAHAT, Anak Guru Besar UGM Disiram Air Keras Pria Berjaket Hitam, Kulit Terbakar

//

TRIBUNJABAR.ID - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung mencuit sebuah tulisan menggelitik yang menagih janji Amien Rais untuk menepati janjinya. Kala itu pada Pilpres 2014, Amien Rais pernah berjanji akan berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta.

Dewi Tanjung pun kembali mencuitkan tentang janji Amien Rais. Cuitan tersebut dia unggah di akun Twitter @DTanjung15.

"Nyai menagih janji kepada Amien Rais. Janji adalah hutang dan wajib di tepati. Amien Rais laki-laki tua yang selama ini juga salah satu pembuat kegaduhan di negara ini," cuitnya beberapa waktu lalu,

Sekedar informasi, Pemilik nama asli Dewi Ambarwati yang tercatat sebagai kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memang kerap melakukan aksi kontroversi. 

Sebelumnya, Dewi Tanjung pernah juga melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan dugaan upaya makar. Laporan tersebut juga menyeret Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir.

Dewi Tanjung juga sempat menjadi sorotam karena melaporkan Novel Baswedan ke polisi. Ia menyebut Novel Baswedan merekayasa kasus penyiraman air keras.

Lilik Jalan Kaki Yogyakarta-Jakarta Gantikan Amien Rais

Seorang warga Blora, Jawa Tengah, Lilik Yuliantoro, belakangan viral karena aksinya berjalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta. Ternyata, ia ingin menggantikan nazar Amien Rais yang pernah bernazar berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta pulang pergi.

Lilik mengaku kesal nazar tersebut tak kunjung dilaksanakan. Di sisi lain, ia kasihan dengan Amien yang sudah tua sehingga mau menggantikannya.

Diketahui, janji tersebut pernah disampaikan Amien pada 2014.  Namun, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DIY Nazaruddin mengaku tak pernah mengetahui adanya nazar tersebut.

"Setahu saya enggak ada (Amien Rais nazar jalan kaki dari Yogya ke Jakarta)," ujar Nazaruddin saat dihubungi, Senin (22/7/2019).

Jelang Pemilihan Presiden 2014, Amien sudah merapat ke kubu Prabowo Subianto yang saat itu juga berduel dengan Joko Widodo sebagai calon presiden.

Segelintir pihak pun mempertanyakan sikap Amien yang berbalik mendukung Prabowo.

Sebab, dikabarkan Amien pernah meminta Prabowo diajukan ke mahkamah militer terkait kasus penculikan 1998.

Awak media pun mengklarifikasi kabar tersebut. Alih-alih menjelaskan, Amien justru menantang pembuktian pernyataan itu.

Baca juga: Gantikan Amien Rais, Pria Ini Jalan Kaki dari Yogya ke Jakarta Bahkan ia janji akan jalan kaki Yogyakarta-Jakarta jika ada petikan berita berupa kliping koran atau tayangan televisi yang menampilkan pernyataannya tersebut. Pernyataan Amien soal Nazar itu ditayangkan dalam wawancara dengan TV One pada 2014 lalu.

Dalam video tersebut, Amien menyatakan bahwa isu dirinya pernah menyebut Prabowo sebagai dalang kasus 1998 adalah pernyataan yang dibuat-buat. "Saya tantang, kalau Anda bisa cari kembali potongan koran media cetak yang saya ngomong seperti itu, atau rekaman radio, atau rekaman televisi yang berkata seperti itu." "

Saya akan jalan kaki Jakarta-Yogya bolak balik, kalau perlu sambil engklek. Saya enggak seperti itu. Insya Allah saya enggak pernah nuduh Prabiwo yang begitu, enggak," kata Amien.

Ternyata, bukti bahwa Amien pernah meminta Prabowo diadili ditemukan kemudian.

Tak hanya satu, tapi dua kliping koran. Pertama, pemberitaan harian Republika tanggal 24 Juni 1998. Berita tersebut menjadi headline dengan judul "Amien Rais: Prabowo harus Dimahmilkan".

Bukti kedua yakni potongan berita harian Kompas edisi 4 Agustus 1998. Di dalamnya, surat kabar tersebut mengutip pernyataan Amien yang menuduh Prabowo sebagai salah satu yang bertanggung jawab dalam kasus penculikan 1998.

Amien yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah berharap Prabowo akan mengungkapkan semua yang diketahuinya kepada DKP dan tidak menyembunyikan sesuatu pun tentang kasus penculikan aktivis.

Baca juga: MEMICU Kisruh Harta Warisan, Teddy Menghilang Tanpa Membawa Bintang, Pengasuh Bongkar Fakta Ini

Baca juga: Amien Rais Temui Kapolri Minta Penangguhan Penahanan Habib Rizieq Shihab, Siap Jadi Penjamin

"Saya minta Saudara Prabowo jangan menyembunyikan fakta sepotong pun," tegas Amien seusai berbicara di hadapan Indonesian Executive Circle, di Jakarta, saat itu.

Amien mengatakan, selain Prabowo, tentu ada orang lain yang lebih bertanggung jawab dalam kasus penculikan ini.

"Saya tahu Pak Prabowo harus bertanggung jawab, tapi ada yang lebih bertanggung jawab. Menurut peraturan tentara, tidak ada perwira yang bertindak sendiri. Atasannya mesti tahu," ujar Amien. (KONTRIBUTOR YOGYAKARTA, WIJAYA KUSUMA)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2019/07/23/18525541/mengingat-nazar-amien-rais-saat-pilpres-2014?

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved