Breaking News:

Amien Rais Temui Kapolri Minta Penangguhan Penahanan Habib Rizieq Shihab, Siap Jadi Penjamin

Mantan Ketua MPR  Amien Rais menyambangi gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020).

tribunnews
Amien Rais Temui Kapolri Minta Penangguhan Penahanan Habib Rizieq Shihab, Siap Jadi Penjamin 

TRIBUNJABAR.ID - Mantan Ketua MPR  Amien Rais menyambangi gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais yang tampak didampingi oleh Marwan Batubara itu berencana menemui Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

Ia ingin bertemu untuk membicarakan kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab.

Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Minggu (13/12/2020). Rizieq Shihab diperiksa sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan.
Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Minggu (13/12/2020). Rizieq Shihab diperiksa sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. (Tribunnews.com/Jeprima)

Dalam pers rilis yang dibagikan Amien Rais, kedatangannya memang berkaitan dengan proses hukum yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab.

Dia mengaku prihatin dengan nasib yang menimpa Habib Rizieq Shihab.

"Kami sebagai anak bangsa sangat prihatin atas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS). HRS semestinya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Sangat disayangkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul kegaduhan secara meluas dan berkepanjangan," ungkapnya.

Amien menyampaikan pemerintah dinilai tak menyangka terkait sambutan umat Islam atas kedatangan Habib Rizieq Shihab ke tanah air.

Kasus ini dinilai tidak akan gaduh jika pemerintah membuka dialog.

"Sesungguhnya jika pemerintah beritikad baik mampu membuka diri dan membangun dialog secara tulus ikhlas, maka diyakini situasi dan kondisi kehidupan sosial politik akan menjadi lebih baik," jelasnya.

"Kegaduhan yang terjadi dan terhambatnya saluran dialog semakin memperlebar jarak antara pemerintah dengan pendukung HRS. Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional," sambungnya.

Halaman
123
Editor: Ichsan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved