Breaking News:

Ternyata, Sate Maranggi Purwakarta Punya Beberapa Varian Sesuai Daerah Asal, Ini Dia Bedanya

Sejumlah objek wisata dan kuliner biasanya menjadi destinasi wisatawan di musim liburan seperti saat ini.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Sajian sate maranggi khas Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah objek wisata dan kuliner biasanya menjadi destinasi wisatawan di musim liburan seperti saat ini.

Tak terkecuali objek wisata dan kuliner di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Purwakarta memiliki panganan khas yakni sate maranggi.

Sate maranggi telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Hampir di setiap wilayah di Jawa Barat memiliki ciri khas sate maranggi

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata Purwakarta, Heri Anwar, mengatakan setiap wilayah di Purwakarta memiliki kekhasan sate marangginya. Mulai sate maranggi Plered, Wanayasa, Kiarapedes, hingga Bungursari.

"Kita tak bisa samakan karakter sate maranggi di setiap wilayah dan kita juga tak bisa menyebut mana yang terbaik. Sebab setiap lidah orang berbeda-beda kesukaan pada satenya," katanya, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Seorang Pemancing Diduga Terseret Arus Sungai Cibuni Kabupaten Cianjur, Tim SAR Dikirim ke Lokasi

Baca juga: Pemkot Bandung Sediakan Enam Unit Rusunawa di Rancacili untuk Korban Banjir Sungai Citepus

Pedagang sate maranggi di Purwakarta tercatat sebanyak 400 orang.

Namun, memang yang paling terkenal ialah sate maranggi Bungursari Hj Yetty, lantaran dekat dengan gerbang tol dan kerap mewakili Purwakarta pada event nasional dan internasional.

Mau tahu perbedaan sate maranggi setiap wilayah di Purwakarta?

Heri Anwar mencoba menjelaskannya.

"Sate maranggi Bungursari dan sekitarnya itu tekstur satenya lembut dan menggunakan rempah juga dagingnya besar-besar. Kalau sate maranggi wilayah Wanayasa dan sekitarnya itu biasanya daging irisannya diberikan rempah lalu diberikan gula merah dan garam, sehingga masih terasa originalnya," katanya.

Sementara untuk sate maranggi wilayah Plered dan sekitarnya terlihat pada tusukan yang hanya ada empat tingkatan dan satu di antaranya merupakan lemak serta bumbu yang berbeda.

Baca juga: Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang hingga 2021, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

"Suatu kebanggaan bagi kami karena Purwakarta miliki berbagai macam rasa sate. Semua sate maranggi rasanya menonjol tapi cita rasa semua bisa merasakannya mana sate yang bisa dimakan oleh kelas menengah ke bawah atau kelas menengah ke atas," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved