Bandung Dilanda Banjir
Dampak Banjir di Bandung Kemarin, 6.588 Orang Terimbas, 1.638 Rumah Terendam
Data kejadian banjir di Bandung kemarin. Ada 6.588 orang terdampak dan 1.638 rumah terendam. BPBD Jabar siaga menjelang akhir tahun.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Curah hujan ekstrem yang terjadi pada Kamis (24/12/2020), memicu banjir di sejumlah kawasan di Bandung Raya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat pun terus berupaya menanggulangi dampak bencana tersebut, sekaligus bersiaga menghadapi curah hujan lebat yang berpotensi terjadi di Jabar sampai awal tahun depan.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dani Ramdan, mengatakan banjir di Kota Bandung yang dipicu hujan dengan intesitas tinggi pada Kamis, 24 Desember 2020, menyebabkan 1.638 keluarga atau 6.588 jiwa terdampak.
Baca juga: Lowongan Kerja di Pertamina Foundation Ditutup 3 Januari, Ini Posisi yang Dibutuhkan
Baca juga: Situasi Terkini Lokasi Longsor di Lembang Bandung, Pencarian Korban Dihentikan karena Hujan Deras
Kerugian materil, sebanyak 1.638 unit rumah terendam, 2 unit rumah rusak berat, dan banjir dengan arus yang cukup deras menggenangi sejumlah jalan raya dengan TMA 100-300 cm.
Banjir ini terjadi di Kota Bandung, yakni di Jalan Sukamulya dan Jalan Pasteur di Kecamatan Sukajadi, Jalan Pagarsih di Kecamatan Bojongloa, Jalan Paledang di Kecamatan Andir, Jalan Inhoftank dan Natawijaya di Kecamatan Astanaanyar, serta Kecamatan Cicendo.
BPBD Provinsi Jawa Barat, katanya, berkoordinasi dengan DPKPB Kota Bandung dengan menurunkan personel untuk langsung melakukan asesmen dan penanggulangan di lapangan terdampak banjir.
Berdasarkan kajian Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jabar, katanya, banjir di Kota Bandung pada umumnya, seperti banjir di daerah Pasteur, diakibatkan lahan di hulunya yang awalnya berfungsi konservasi, sebagian besar sudah berubah menjadi lahan permukiman padat.
"Sehingga proses hidrologinya yang seharusnya sebagian masuk atau intrusi ke dalam tanah, menjadi run off aliran permukaan. Walhasil kapasitas saluran drainase tidak mampu menampung debit aliran. Meluber ke jalan raya yang berubah menjadi sungai. Apalagi dengan topografi yang tinggi tadi," katanya di Bandung, Jumat (25/12/2020).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyatakan banjir yang terjadi di Bandung, Kamis (24/12/2020) sore, dipicu oleh aktivitas pertumbuhan awan hujan konvektif dengan jenis Cumulus padat dan Cumulonimbus yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Kondisi inilah yang diperkirakan kemudian mengakibatkan terjadinya banjir.
Baca juga: Kesempatan untuk Lulusan SMA/SMK hingga S1, PT Indomaret Group Buka 8 Lowongan Kerja
Baca juga: Jane Shalimar Buka Suara Setelah Suami Menuding Hilang Tanpa Kabar, Rumah Tangga Terancam Pisah
Berdasarkan data dari BMKG Bandung, saat banjir melanda sejumlah titik di Bandung pada 24 Desember 2020 sore dan petang, tercatat telah terjadi hujan sangat lebat pada pukul 16.00-17.00 WIB dengan curah hujan 26,2 mm.
Kemudian terjadi hujan ekstrem pada pukul 17.00-18.00 WIB dengan curah hujan 83 mm.
Sampai pukul 20.00 kemudian terjadi hujan lebat dengan curah 11 mm dan 12,7 mm.
Dani mengatakan dalam menanggulangi dampak bencana dan potensi hujan lebat ke depannya, pihaknya sudah menyiapsiagakan semua jajaran BPBD Provinsi dan Kabupaten Kota beserta instansi terkait, mulai dari Dinas Binamarga, Dinkes, Dinsos, Basarnas, PMI, dibantu juga jajaran TNI dan Polri, sejak November lalu, melalui penerapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mobil-mogok-banjir-kopo.jpg)