Breaking News:

Kemensos Bersama Oorange Unpad Bantu KPM PKH Graduasi untuk Berwirausaha

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto mengatakan bahwa konsep Oorange ini menawarkan ke warga lewat program kewirausahaan sosial (Prokus)

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Ilustrasi: Pelaku UMKM 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kementerian Sosial RI mendorong para keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan ( PKH) untuk tak bergantung pada bantuan pemerintah dan akhirnya diarahkan untuk dapat berwirausaha, salahsatunya melalui Pusat Inkubasi Bisnis (Oorange) Universitas Padjadjaran.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto mengatakan bahwa konsep Oorange ini menawarkan ke warga lewat program kewirausahaan sosial (Prokus). Sehingga, hasil yang didapat pun tak hanya finansial melainkan ada aspek pemberdayaan sosialnya.

"Pemerintah pusat terbantu dalam penguatan kapasitas SDM agar warga siap berwirausaha. Kami baru melakukan ujicoba ke lebih dari 1.000 KPM PKH di seluruh Indonesia," katanya dalam virtual expo yang diselenggarakan Unpad, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Masa Pandemi, Kabupaten Purwakarta Mampu Genjot Sejumlah Pajak Tercapai Targetnya

Baca juga: Menengok Stadion Purnawarman, Kebanggaan Warga Purwakarta, Pembangunan Sudah 83 Persen

Adapun bantuan bagi KPM PKH graduasi yang diberikan Kemensos ialah modal usaha dan inkubasi guna mendorong bisnis bersama Unpad. Ketika sudah setahun, kata Edi mereka akan didorong untuk masuk koperasi, perbankan, dan lembaga bantuan modal lainnya.

"Kami punya target pada 2021 jumlah peserta program kewirausahaannya mencapai 7.000 KPM PKH graduasi. Dan pemerintah menganggarkan Rp 3,5 juta per peserta untuk modal usaha (Rp 2 juta), inkubasi dan mentoring (Rp 1 juta), serta pengamanan usaha (Rp 500 ribu)," ucapnya.

Kesempatan yang sama, Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Unpad, Diana Sari menjelaskan metode inkubasi dan mentoring terkait program ini dilakukan secara online, lantaran kondisi pandemi yang belum berakhir, sehingga hal ini sangat menjadi tantangan bagi Oorange Unpad.

"Ya kendalanya tentu jaringan di tempat KPM PKH yang terpencil terkadang kurang stabil," katanya.

Unpad memilih sebanyak 20 usaha kecil menengah untuk kemudian dipresentasikan dalam virtual expo kali ini. Diana berharap setelah program Prokus ini dinas terkait, NGO, dan Inkubator bisnis bisa melakukan pendampingan lanjutan, sehingga pada akhirnya peserta bisa diperkenalkan dengan proposisi nilai produknya.

"Tujuan kami itu agar ke depan bisa miliki konsep bisnis, bisa mengatur ketersediaan bahan baku, perluasan pasar, legal bisnis, legalitas produk, kebiasaan menabung, peningkatan omzet, hingga pada peningkatan kualitas produk," kata Diana. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved