Breaking News:

Masa Pandemi, Kabupaten Purwakarta Mampu Genjot Sejumlah Pajak Tercapai Targetnya

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Purwakarta mengumumkan pendapat asli daerah (PAD) Purwakarta mengandalkan 10 sektor pajak dan tiga sektor retribusi.

Istimewa
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Purwakarta mengumumkan pendapat asli daerah (PAD) Purwakarta mengandalkan 10 sektor pajak dan tiga sektor retribusi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Purwakarta mengumumkan pendapat asli daerah (PAD) Purwakarta mengandalkan 10 sektor pajak dan tiga sektor retribusi.

Seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, PBB, air bawah tanah, penerangan jalan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan mineral bukan logam dan batuan atau galian C.

Sementara untuk sektor retribusi, di antaranya pelayanan kesehatan, persampahan, parkir tepi jalan, dan pasar.

Baca juga: Menengok Stadion Purnawarman, Kebanggaan Warga Purwakarta, Pembangunan Sudah 83 Persen

Baca juga: KPP Pratama Purwakarta Berhasil Raih WBK

Kepala Bapenda Purwakarta, Nina Herlina mengatakan selama ini PAD Purwakarta bersumber dari dua sektor itu.

Seluruh pajak dan retribusi yang ada selama pandemi ini paling diandalkan ialah pajak penerangan jalan (PPJ).

"Target pendapatan dari PBB tahun ini mencapai Rp 68 miliar. Tapi, realisasinya sampai November tercapai Rp 78,2 miliar atau melebihi target yang telah ditentukan. Jadi, persentasenya mencapai 115,04 persen," ujarnya, Rabu (23/12/2020).

Nina menegaskan pula PPJ sudah melebihi dari target yakni per November sudah di angka Rp 54,4 miliar dari target Rp 57 miliar. Sementara untuk pajak restoran, kata Nina, telah melampaui target yang ditentukan.

"Targetnya Rp 23 miliar dan saat ini terealisasi Rp 25,1 miliar atau 109 persen dari target untuk restoran. Lalu, ada pajak reklame dari Rp 3,5 miliar sudah terealisasi Rp 3,6 miliar, serta pajak air bawah tanah dari target Rp 6,2 miliar terealisasi hingga 111 persen," ucapnya.

Nina mengakui bahwa memang ada dua sektor yang belum bisa tergali dengan maksimal, seperti sektor BPHTB dan pajak galian C. Namun, dirinya merasa optimis target PAD ini bisa tercapai hingga akhir tahun.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved