Breaking News:

Tingkatkan Industri Pelek Dalam Negeri ditengah Pandemi Covid-19, Kemenperin Dorong Substitusi Impor

Kondisi Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pelaku industri pelek dalam negeri untuk turut memperkokoh sektor manufaktur tanah air.

istimewa
Kondisi Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pelaku industri pelek dalam negeri untuk turut memperkokoh sektor manufaktur tanah air. 

Selanjutnya, penyesuaian tata niaga impor pelek melalui sistem informasi industri nasional (SIINAS).

“Upaya-upaya tersebut sekaligus merupakan jaminan dari pemerintah bahwa produk nasional akan menjadi penguasa pasar di dalam negeri, sehingga para pelaku industri tidak perlu khawatir,” sebutnya.

Selanjutnya, guna menciptakan demand agar produk nasional mampu diserap di dalam negeri, pemerintah juga menggulirkan program Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Baca juga: Sidang Korupsi Walkot Tasikmalaya, Romahurziy eks Ketum PPP Disebut Minta Biaya Pengurusan DID

Melalui program tersebut, produk-produk dalam negeri yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 25% hingga 40%, akan dioptimalkan diserap pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa yang menggunakan pembiayaan APBN, APBD ataupun hibah.

“Regulasinya sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri,” ujarnya.

Kepala BPPI Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan, industri pelek merupakan salah satu sektor yang harus tetap kokoh di tengah hantaman pandemi, tentunya hal ini terlihat dengan kinerja yang tumbuh dan kembali meningkat di kuartal keempat walaupun tidak terlau signifikan.

“Tentunya ini cukup membanggakan bagi kita semua. Dengan adanya investasi baru pada sektor pelek, diharapkan akan semakin memperkuat kontribusinya pada perekonomian nasional,” imbuhnya.

Baca juga: Wali Kota Bandung Lantik 7 Kepala Dinas dan Badan, Titip Amanah dan Tidak Korupsi, Ini Namanya!

Kepala BPPI berharap, penambahan investasi pada sektor industri pelek terus berlanjut, sejalan dengan program substitusi impor. Pasalnya, beberapa produk hulu dari industri pelek masih belum diproduksi di dalam negeri.

“Memang masih ada yang harus disubstitusi mulai dari hulu. Seperti ingot, jenis A 356.2 dari PT. Inalum, harus ditambah kapasitas produk lokal nya sampai beberapa kali lipat, selain mekanisme sistem pembayarannya, sehingga nantinya PT. MESHINDO ALLOY WHEEL bisa memaksimalkan seluruh utilitas yang dimiliki sampai dengan 70.000 pcs /bulan,” kata Doddy Rahadi.

Direktur Produksi PT. MESHINDO ALLOY WHEEL, Syamsuri mengungkapkan, dengan produksi Pelek kategori M dan penambahan lini produksi pelek Kategori L dengan merk dagang MSD dapat semakin mengukuhkan perusahaannya sebagai produsen pelek terbesar di Indonesia, dengan kapasitas 840.000 pcs per tahun.

Baca juga: Tekan Angka Penyebaran Covid-19, Pemkab Garut Larang Perayaan Pesta Tahun Baru

Halaman
123
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved