Breaking News:

Datang ke Polda Jabar, Gubernur Jabar dan Dua Panitia Kegiatan di Megamendung Penuhi Panggilan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus kerumunan di Megamendung, Rabu (16/13/2020) di Mapolda Jabar.

Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar pada Rabu (16/13/2020) di Mapolda Jabar. Ia memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus kerumunan di Megamendung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar pada Rabu (16/13/2020) di Mapolda Jabar. Ia memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus kerumunan di Megamendung.

Pantauan Tribun, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil tampak mengenakan rompi Satgas Covid-19. Hanya saja, ia belum menyampaikan keterangan ihwal pemanggilannya.

Selain gubernur, dua panitia kegiatan di Megamendung yang dihadiri Habib Rizieq Shihab juga turut hadir. Keduanya yakni Habib Muchsin Alatas dan Ustaz Asep yang didampingi kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro dan Azis Yanuar.

"Hari ini pemeriksaan saksi mengenai masalah kerumunan di Megamendung. Ini hadir dua orang Habib Muchsin dan Ustaz Asep. Keduanya sebagai saksi," kata Sugito.

Sementara itu, kemarin, Bupati Bogor Ade Yasin juga hadir memenuhi panggilan di Polda Jabar. Ade mengaku disodori lebih dari 10 pertanyaan.

"Tadi ditanya soal kerumunan Megamendung. Ditanya sekitar 50 pertanyaan," ucap Bupati.

Dua panitia kegiatan di Megamendung yang dihadiri Habib Rizieq Shihab, Habib Muchsin dan Ustaz Asep, memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar pada Rabu (16/13/2020)
Dua panitia kegiatan di Megamendung yang dihadiri Habib Rizieq Shihab, Habib Muchsin dan Ustaz Asep, memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar pada Rabu (16/13/2020) (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

Sebelumnya dia dipanggil namun tidak hadir karena sempat terpapar Covid-19. Dalam kasus Megamendung, polisi sudah meningkatkan statusnya jadi penyidikan. Artinya, polisi sudah menemukan adanya dugaan tindak pidana pada peristiwa itu.

Kasus Megamendung itu sendiri terjadi selang beberapa hari setelah kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Di Megamendung, Rizieq Shihab menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pesantren. Namun, saat itu, menurut polisi, dihadiri 3 ribu orang. Padahal, ada larangan berkerumun karena sedang berlaku status Pandemi Covid-19. Ade Yasin menyebut, kegiatan itu tidak berizin.

"Tidak ada izin karena pada saat itu tidak ada pemberitahuan, jadi kami juga tidak bisa memberikan izin apapun surat yang secara resmi kita balas itu tidak ada.Yang kami tahu ada kepulangan (HRS) saja," ucapnya.

Baca juga: Zona Merah Jabar Bertambah, Warga Bandung Dilarang Rayakan Tahun Baru, Lebih Baik Bakar Ubi di Rumah

Baca juga: Fahri Hamzah Sebut ILC Hebat, Ia Akan Simpan Benda Bersejarah dari ILC, Ditandatangani Karni Ilyas

Baca juga: Ini 10 Catatan Alasan Paslon Sholawat Tak Mau Tanda Tangani Hasil Rekapitulasi Pilkada Indramayu

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved