Breaking News:

Pusat Isolasi Covid BPSDM

Seperti Mimpi, Ada Bakso Malang di Antara Menu yang Diantar Petugas Sore Hari

Kadang-kadang, kami juga iseng berlomba menebak, menu apa yang diantar ke kamar pagi hari. Kadang tebakan kami benar, tapi seringnya keliru.

TRIBUN JABAR
Seperti mimpi, ada bakso malang di antara menu sehat yang diantar petugas ke kamar. 

Laporan Arief Permadi, Jurnalis Tribun Jabar

PUSAT isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, jauh dari kata menyeramkan. Tempatnya sangat nyaman. Fasilitasnya seperti di hotel.

Jendela kamar 314, di mana saya diisolasi, tepat menghadap ke timur. Ini sungguh sangat saya syukuri. Di kamar, saya bisa berjemur sambil rebahan, kecuali beberapa hari lalu saat hujan yang turun sejak malam ternyata masih berlanjut hingga menjelang siang.

Dari jendela, lalu-lalang orang-orang yang berada di luar pagar pembatas bisa terlihat. Kadang samar juga terdengar suara tawa gembira mereka saat bercanda. Saya selalu senang setiap kali mendengarnya. Tawa mereka sungguh mencerahkan hari.

Hal lain yang juga sangat saya syukuri adalah fasilitas wifi-nya yang lumayan kencang untuk sekadar Youtube-an. Ini menjadi hiburan yang menyenangkan karena gambar dari televisi 70 inch yang ada di kamar sangat runyam meski sudah diutak-atik dengan segala cara. Paling tidak, saya bisa menikmati konser-konser Rolling Stones di Youtube sepuas hati, menyimak berbagai berita melalui TV streamming, atau mendengarkan ceramah-ceramah Ustaz Abdul Somad yang gembira dan menyejukan.

Soal makanan, bisa dibilang melimpah. Makanan diantar ke kamar tiga kali sehari. Makanannya enak-enak, kecuali bagi mereka yang masih kehilangan indra penciuman dan pengecapan.

Baca juga: Dari Tepi Rooftop Mereka Terlihat, Tapi Tak Terjangkau

Buat mereka yang terpapar Covid dan bergejala, nasi selembek apa pun akan terasa keras. Ini saya alami saat pertama tiba di BPSDM. Baru pada hari ketiga makanan mulai terasa enak dan harum. Buat saya, bisa enak lagi makan dan minum adalah pertanda kesembuhan. Tanda bahwa virus corona yang ada di tubuh ini mulai kalah dan melemah.

Kadang-kadang, kami juga iseng berlomba menebak, menu apa yang diantar ke kamar pagi hari. Kadang tebakan kami benar, tapi seringnya keliru.

Menu di sini memang selalu berubah. Kadang nasi goreng dengan segala perniknya, kadang nasi liwet lengkap dengan gepuk, sambal, lalaban, dan oseng genjernya. Pernah juga, saat ingin sekali bakso, tiba-tiba di antara menu sehat yang dikirim ke kamar sore hari, terselip bakso malang lengkap yang kuah dan sambalnya maknyus banget.

Ini seperti mimpi yang mendadak menjadi kenyataan. Terasa sekali Tuhan begitu sayang, begitu perhatian, bahkan pada hal-hal kecil yang sempat terselip sebentar di hati: bakso malang.

Halaman
12
Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved