Breaking News:

Kemenaker Duga Ada Manipulasi Data dari Perusahaan, Penerima Subsidi Gaji Berkurang 148 Ribu

Kemenaker menduga ada menduga ada pemberi kerja atau perusahaan yang secara sengaja memanipulasi data pekerja agar menerima subsidi gaji.

Editor: Giri
Image by Mohamad Trilaksono from Pixabay
Ilustrasi uang bantuan. Jumlah penerima subsidi gaji Rp 5 juta berkurang sebanyak 148 ribu penerima. Ada dugaan pemberi gaji memanipulasi data. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menduga ada menduga ada pemberi kerja atau perusahaan yang secara sengaja memanipulasi data pekerja agar menerima subsidi gaji sebesar Rp 1,2 juta.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Soes Hindharno, menjelaskan, berkurangnya jumlah penerima bantuan subsidi upah atau gaji (BSU) pada termin kedua merupakan hasil pemadanan data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Pemadanan tersebut merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kemenaker.

Alhasil, jumlah penerima bantuan subsidi gaji termin kedua hanya mencapai 11.052.859 orang, dari jumlah penerima sebelumnya sebesar 12,4 juta pekerja.

"Harus ada pemadanan data, setelah evaluasi termin pertama hingga enam batch itu berbeda karena harus sesuai dengan wajib pajak," kata Soes ketika dihubungi Kompas.com, Senin (8/12/2020).

Baca juga: Pimpinan Ormas FPI Rizieq Shihab Tak Penuhi Panggilan Polisi Lagi, Alasannya Takut Enggak Kuat

Baca juga: Gugus Tugas Ingatkan Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Saat ke TPS, KPU Karawang Pastikan Steril

Dari pemadanan data tersebut, sekitar 148 ribu penerima diduga termasuk kriteria wajib pajak alias berpenghasilan di atas Rp 5 juta.

Oleh karenanya, Soes pun menduga ada pemberi kerja atau perusahaan yang secara sengaja memanipulasi data pekerja agar menerima subsidi gaji sebesar Rp 1,2 juta.

"Jangan-jangan ada dugaan perusahaan itu mendaftarkan pekerjanya dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Bisa jadi, angka jumlah pajaknya yang dihapus," ujar dia.

"Seratus empat puluh delapan ribu orang itu perlu dilakukan klarifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan yang mengumpulkan data mereka. Ada indikasi bisa salah data atau salah orang, itu jadi pihak BPJS Ketenagakerjaan," tambah Soes.

Baca juga: Kejutan, Valeron Tak Dibawa Bima Sakti ke Yogyakarta Saat TC Timnas U-16: Saya Bisa Menerima

Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya telah menyalurkan bantuan subsidi gaji termin kedua bagi 567.723 pekerja/buruh yang masuk dalam tahap V.

Dengan tersalurnya tahap V termin kedua ini, maka total penyaluran bantuan subsidi gaji sebanyak 11,052 juta penerima.

Sedangkan, berdasarkan laporan data per 23 November 2020, bantuan subsidi gaji termin kedua telah diterima oleh 5,928 juta pekerja atau buruh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penerima Subsidi Gaji Termin II Berkurang, Kemenaker Duga Ada Perusahaan Manipulasi Data Wajib Pajak"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved