Minggu, 26 April 2026

Dampak Covid-19, Agar Anak Tak Kelaparan, Ada Warga di Negara ini Mencari Binatang Ini untuk Makan

Tikus, reptil dan serangga sering dimakan oleh keluarga di daerah pedesaan

Editor: Siti Fatimah
tribunnews
ilustrasi kemiskinan 

 TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 menghantam hampir semua negara di dunia tak terkeculai Myanmar, Vietnam. Akibat Covid-19, berdampak pada ekonomi yang berimbas pada kehidupan wargannya.

Cukup banyak warga miskin yang terdampak dan tidak bisa makan layak.

Untuk bisa makan, tidakm sedikit dari warga yang terpaksa mengkonsumsi binatang malam seperti binatang pengerat.

Baca juga: Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? WHO Tegaskan Dunia Mulai Boleh Bermimpi karena Hal Ini

Dikutip dari Grid.Id, pandemi Covid-19 yang muncul di Wuhan, China sejak Desember tahun lalu, masih merebak di seluruh penjuru dunia.

Virus corona bukan hanya melumpuhkan sektor kesehatan saja, namun pula segala tatanan kehidupan, salah satunya sektor perekonominan.

Banyak negara-negara besar berjuang demi lolos dari jurang resesi.

Warga miskin di tiap-tiap wilayah bertahan hidup dengan makanan tidak layak.

Baca juga: Peringati Hari AIDS Sedunia, 908 Ibu Hamil di Ciamis Dites HIV, 1 Reaktif Sifilis dan 9 Hepatitis

Tak sedikit yang terpaksa menyantap tikus, seperti yang dialami oleh warga Myanmar ini.

Dilansir dari Reuters, Minggu (25/10/2020), setelah gelombang pertama Covid-19 melanda Myanmar pada Maret lalu, kios-kios terpaksa tutup akibat lockdown.

Ma Suu, salah seorang warga yang berusia 36 tahun menutup kios saladnya dan menggadaikan perhiasan dan emasnya untuk membeli makanan.

Selama gelombang kedua, ketika pemerintah mengeluarkan pesan untuk kembali tinggal di rumah pada bulan September, Ma Suu yang tinggal di Yangon lagi-lagi menutup kiosnya

Ia menjual pakaian, piring, dan potnya untuk membeli makanan dan bertahan hidup.

Baca juga: Wajib dipakai untuk Cegah Covid-19, WHO Perketat Pedoman Penggunaan Masker, Ini Pedoman Terbaru

Karena tidak ada yang tersisa untuk dijual, suaminya, seorang pekerja konstruksi yang sedang menganggur, terpaksa berburu makanan di saluran terbuka di daerah kumuh tempat mereka tinggal di pinggiran kota terbesar di Myanmar.

“Orang-orang memakan tikus dan ular,” kata Ma Suu sambil menangis.

“Tanpa penghasilan, mereka perlu makan seperti itu untuk memberi makan anak-anak mereka," lanjutnya, dilansir dari Reuters.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved