KPID Jabar Dorong Konten Lebih Inspiratif di Tengah Pandemi
Adiyana mengatakan KPID Jabar berkomitmen untuk melakukan inovasi, meningkatkan kreativitas dan menjadi mitra penyiaran yang strategis dan produktif.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Jabar periode 2020-2023, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (4/12/2020).
Tujuh anggota KPID untuk masa kerja sampai tiga tahun mendatang yakni Jalu P. Priambodo, Achmad Abdul Basith, Adiyana Slamet, Ellang Gantoni Malik, Syaefurrohman Achmad, M Sudama Dipawikarta, dan Roni Tabroni.
Ketua KPID Jawa Barat periode 2020-2023, Adiyana Slamet, mengajak lembaga penyiaran ikut menjadi bagian dari penggerak pembangunan. Hal ini seiring dan sejalan dengan visi Provinsi Jawa Barat.
“Kami memperhatikan amanat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar KPID mendorong terwujudnya Jabar Juara di bidang penyiaran, sehingga warga dapat menikmati siaran yang baik dan inspiratif," kata Adiyana Slamet seusai rapat pleno pertama, Jumat (4/12/2020) malam.
Dia menjelaskan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada tim seleksi yang bekerja sejak Februari 2020. Para komisioner terpilih ini telah melalui proses pendaftaran, administrasi, uji kelayakan kepatuhan, hingga sampai paparan yang harus dijalani calon.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi I DPRD Jawa Barat yang melakukan fit and proper test hingga terpilihnya 7 komisioner pada 30 September 2020,” ujarnya.
Adiyana mengatakan KPID Jabar berkomitmen untuk melakukan inovasi, meningkatkan kreativitas dan menjadi mitra penyiaran yang strategis dan produktif.
Lembaga siaran ke depan akan didorong mengembangkan konten yang positif dan inspiratif. Sehingga keberadaan lembaga siaran akan menjadi instrumen positif untuk membangun iklim dunia penyiaran yang sehat. Untuk itu, kata Adiyana, lembaga siaran harus bersama-sama membangun Jabar Juara dari sisi siaran.
Baca juga: Dirawat 21 Hari, 35 ODGJ Asal Kota Tasik Sembuh dan Berkumpul Lagi Bersama Keluarga
"Berita tidak lagi mengikuti adagium lama bahwa bad news is good news (berita buruk adalah berita baik), melainkan harus diubah bahwa termasuk berita baik adalah berita yang positif, mampu mengedukasi public dan memberikan inspirasi," ucapnya.
Sebelumnya, kepada komisioner terpilih, Gubernur Jabar Ridwan Kamil berpesan agar KPID dapat amanah, profesional, proaktif dan melayani publik dengan maksimal.
Masyarakat Jabar, kata Kang Emil, tergolong tinggi mengonsumsi melalui konten penyiaran melalui media televisi dan radio. Di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) masyarakat dipaksa menikmati tayangan digital yang relatif sulit tersaring mana konten baik dan mana yang buruk bagi moral.
“Saya titip tolong kondisikan penyiaran di Jabar agar mengedepankan siaran yang informatif dan inspiratif,” ujarnya.
Kang Emil berpendapat, saat ini masyarakat sudah jenuh dengan konten-konten seputar COVID-19 yang menjadi santapan sehari-hari.
“Saat ini kita butuh cerita inspiratif dan konten yang bisa meningkatkan kebahagiaan kita. Dalam suasana yang saya sebut perang ini sudah menyerang psikologis dan mental kita, inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi para komisioner penyiaran informasi di Jabar,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-melantik-komisi-penyiaran-informasi-daerah-kpid-provinsi-jabar.jpg)