Pemprov Jabar Dorong Percepatan Pembangunan Tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap
Pemprov Jabar minta Kementerian PUPR untuk mempercepat proses pembangunan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Pangandaran-Cilacap.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Mengenai Jalan Tol Bandung-Cilacap, katanya, berdasarkan timeline yang diperoleh, akhir tahun ini memasuki tahapan lelang investasi.
"Jadi terakhir yaitu desain finalnya sudah dirilis dan dijadikan referensi untuk lelang investasi di akhir tahun ini," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pengerjaan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dan proses tender Jalan Tol Bandung-Cilacap akan mengalami percepatan pada tahun ini. Cisumdawu diproyeksikan rampung seluruhnya pada 2021, sedangkan akhir tahun ini Tol Bandung-Cilacap diupayakan langsung pada tahapan peletakan batu pertama.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Mochamad Basuki Hadimuljono, mengatakan percepatan proses pembangunan dua tol tersebut sudah dipetakan kementeriannya sehingga realisasinya bisa lebih cepat.
"Kami sudah petakan ini, akan kita coba akhir tahun ini. Karena itu (Cisumdawu) kan hanya karena pembebasan lahan saja masalahnya," kata Basuki saat ditemui di ITB, Senin (13/1).
"Tapi nanti kalau belum bisa (semua Tol Cisumdawu dioperasikan) tahun ini, akan ada alternatif. Tinggal berapa kilometer dari paket berapa (dari bagian Tol Cisumdawu yang sudah rampung), ini kita coba keluar. Di jalan kabupaten ini dilebarkan dulu sebagai alternatif," tuturnya.
Jalan alternatif berupa pelebaran jalan kabupaten atau provinsi ini yang menyambung dari sebagian Tol Cisumdawu menuju Bandara Kertajati ini, katanya, akan digunakan sebelum Tol Cisumdawu selesai dan dapat difungsikan seluruhnya dan menyambung dengan Tol Cikopo-Palimanan serta Kertajati.
Mengenai Tol Bandung-Cilacap, katanya, pihaknya akan melakukan percepatan proses tender. Jika harus ada prakualifikasi dulu, baru ada masukan tender, sesuai yang dijadwalkan, katanya, proses ini akan lama.
"Makanya saya sudah minta ke Menko Maritim, ini tidak usah prakualifikasi, langsung saja sekaligus. Ini akan dicoba prakualifikasi sambil memasukan penawaran. Supaya tidak melanggar Perpres, prakualifikasi dulu dibuka, yang lolos dibuka. Kalau tidak ya tidak dibuka," katanya.
Tahun 2020 akan menjadi tahun yang panjang untuk semua proses tender proyek pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap. Fisik tol penghubung Jabar dengan Jateng lewat kawasan selatan ini pun baru bisa dikerjakan pada 2021 dan digunakan pada 2024.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Koswara, mengatakan proses lelang proyek ini memang lama, dari awal sampai akhir 2020. Prosesnya sendiri dikomandoi oleh pemerintah pusat.
"Pemprov Jabar dalam hal ini supporting pembebasan tanah. Semua prosesnya dari pemerintah pusat. Penetapan lokasi oleh Gubernur," kata Koswara di Bandung, Selasa (7/1).
Koswara mengatakan trase dan kawasan yang dilalui tol tersebut tidak banyak berubah dari kesepakatan terakhir bersama para kepala daerah di Jabar. Panjangnya mencapai 206 kilometer terdiri atas 95 kilometer ruas Gedebage-Tasikmalaya, dan 111 kilometer ruas Tasikmalaya-Cilacap.
Tol yang membutuhkan anggaran Rp 57,59 triliun ini akan memiliki dua lajur pada masing-masing jalurnya. Prediksi jumlah kendaraan per hari yang akan melaluinya pada 2024 adalah 19.741 kendaraan.
Jadwal proses tender Tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap sendiri berawal pada Desember 2019 berupa pengumuman tender. Pada Januari 2020 dilakukan persiapan tender, Februari dilakukan pengajuan prakualifikasi, dilanjutkan pengumuman hasil prakualifikasi pada Maret 2020.