Virus Corona di Jabar
Keterisian Ruang Isolasi Covid-19 di RS di Jabar Hampir 70 Persen, Ada yang Hampir 100 Persen
Jika keterisian ruang isolasi di rumah sakit sudah mencapai 65 persen, maka pemerintah saatnya mencari dan menyediakan ruang isolasi baru.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan di Jawa Barat sudah mencapai 68 persen. Angka ini sudah melampaui batas kritis ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 yang ditetapkan WHO.
"Kami sudah rapatkan, kalau laporan terakhir mendekati 70-an persen ya. Ada satu atau dua kota yang mendekati angka seratus persen, tapi bukan se-Jabar," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (2/12/2020).
Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan berdasarkan arahan WHO, jika keterisian ruang isolasi di rumah sakit sudah mencapai 65 persen, maka pemerintah saatnya mencari dan menyediakan ruang isolasi baru.
"Kemarin saya rapat dengan RS Hasan Sadikin. Nah Hasan Sadikin selama ini tidak memasukkan dua atau tiga lantai yang kosongnya, kan begitu. Pada saat dia sudah dekat ke 70 persen, maka tiga lantai barunya dimasukkan, maka presentasenya turun," katanya.
Pemerintah, katanya, tidak pernah berharap keterisian ruang perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit mencapai 100 persen. Karenanya, penambahan ruangan pun dilakukan.
Sampai Rabu (2/12/ 2020) pukul 15.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat mencapai 53.395 orang. Adapun jumlah pasien yang sudah sembuh mencapai 45.763 orang, kemudian yang meninggal dunia totalnya 922 orang.
Baca juga: Satu Keluarga Asal Bandung Kecelakaan di Cianjur, Avanza Hantam Tebing, Penumpang Terpental Keluar
Pada akhir September lalu, sejumlah rumah sakit di Jawa Barat sudah menambah ratusan tempat tidur untuk kebutuhan isolasi dan perawatan pasien Covid-19. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Jawa Barat.
Ketua Divisi Manajemen Fasyankes Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Marion Siagian, mengatakan penambahan fasilitas ini dilakukan dengan cara refocusing atau alih fungsi tempat tidur dan fasilitas pendukung lainnya yang sudah ada menjadi khusus untuk penanganan Covid-19.
"Dalam seminggu ini saja kita sudah menambah tempat tidur rumah sakit itu atau refocusing 308 tempat tidur," ucap Marion melalui ponsel, Selasa (29/9).
Marion menyatakan penguatan fasilitas pelayanan kesehatan atau fasyankes tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas tempat tidur di rumah sakit atau pusat isolasi, tetapi juga perlu penambahan sumber daya manusia atau SDM, baik tenaga kesehatan maupun nonkesehatan, penambahan alat-alat kesehatan, alat pelindung diri atau APD, ketersediaan obat-obatan, sistem rujukan, serta tes swab untuk pasien di fasyankes, kontak erat pasien dan tenaga kesehatan yang merawat pasien di fasyankes
Menurut Marion, penguatan fasyankes harus pula disertai dengan kedisiplinan masyarakat dalam terapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Tujuannya untuk menekan potensi penularan Covid-19.
Baca juga: Sudah Daftar BLT UMKM? Begini Cara Mengecek Apakah Anda Diterima Sebagai Penerima Bantuan UMKM
"Kalau keadaan masyarakat belum bisa mematuhi protokol kesehatan, seberapa banyak tempat tidur (rumah sakit dan pusat isolasi) tidak mampu untuk mengatasinya," ucapnya.
Marion mengatakan terdapat sekitar 830 tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit kabupaten/kota. Kemudian ada sekitar 190 tempat tidur di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar. Kapasitas BPSDM Jabar sendiri dapat mencapai 600 tempat tidur.
Pada awal September, jumlah tempat tidur di ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jabar mencapai 4.094. Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar, Jabar memiliki 105 rumah sakit rujukan. Ditambah dengan rumah sakit rujukan melalui SK bupati atau wali kota. Total yang melayani pasien Covid-19 di Jabar ada 322 rumah sakit.
Mengenai rencana penyiapan sejumlah hotel, asrama, sampai stadion di Jawa Barat, untuk persiapan fasilitas kesehatan perawatan pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG, pihaknya akan memaparkan standar-standar pusat isolasi kepada pengelola hotel dan pihak lainnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat intens menguatkan fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit rujukan Covid-19 maupun pusat isolasi. Tujuannya mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus positif Covid-19.
Baca juga: Ini Penyebab Kota Bandung Kembali Menjadi Zona Merah Covid-19
Baca juga: Habib Rizieq Shihab Minta Maaf, Janji Tidak Buat Kerumunan Lagi Selama Pandemi Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/igd-rsud-al-ihsan.jpg)