Ridwan Kamil Perjuangkan Penambahan DOB Sampai Ada 40 Kabupaten Kota di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya terus memperjuangkan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan secara virtual groundbreaking ceremony Subang Smartpolitan oleh PT Suryacipta Swadaya dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (18/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya terus memperjuangkan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat.

Sehingga, akan menambah jumlah kabupaten dan kota di Jabar, dari yang sekarang masih 27, menjadi sekitar 40 kota dan kabupaten.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan secara politik, pihaknya terus memperjuangkan penambahan DOB di Jabar.

Baca juga: Ridwan Kamil: Tokoh Publik Seharusnya Umumkan Status Covid Demi Kewaspadaan Banyak Orang

Baca juga: Ridwan Kamil Apresiasi Said Aqil Umumkan Positif Covid-19, Doakan Segera Sembuh

Baca juga: DOB Bandung Timur Dibahas Dalam Debat Kedua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung

Hal ini sudah diapresiasi dan dibahas oleh Bappenas. Katanya, Jawa Barat harus dimekarkan, idealnya memiliki sekitar 40 kota dan kabupaten.

Dengan demikian, kata Emil, jumlah dana alokasi umum dari pemerintah pusat akan lebih besar diterima masyarakat Jawa Barat, karena selama ini jumlahnya masih disesuaikan dengan jumlah kabupaten dan kota di sebuah provinsi.

"Selama proses politik ini berlangsung, saya sudah meminta kepada pemerintah pusat agar anggaran dana alokasi umum dan dana transfer ke Jawa Barat itu bisa diadilkan melalui proporsi jumlah penduduk," katanya dalam Acara Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 di Gedung Sate, Senin (30/11).

Emil mencontohkan, Jawa Tengah yang penduduknya hanya 34 juta mendapat dana desa lebih banyak Rp 2 triliun dari Jawa Barat.

Hal ini disebabkan desa di Jawa Tengah mencapai 8.000, sementara di Jabar hanya sekitar 5.300. Jawa Timur penduduknya hanya 40 juta dan Jabar 50 juta, ujarnya, tapi dana transfer selisihnya bisa berbeda jauh dengan Jabar

"Inilah perjuangan politik juga selama dua-tiga tahun ke depan yang terus kami perjuangkan, agar pembangunan Jawa Barat bisa meningkat melalui inovasi," katanya.

Emil mengatakan pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah di Jabar.

Selain itu, secara ekonomi dalam pemerintahan terdapat ketidakadilan fiskal terhadap Jabar dari pemerintah pusat. Hal ini berpengaruh terhadap pelayanan publik dan penggerakan ekonomi. Sehingga idealnya, Jabar memiliki 40 daerah kabupaten kota.

Dalam kesempatan tersebut pun Emil mengingatkan kepada kepala daerah dan pejabat untuk selalu menjaga integritas, melayani masyarakat Jawa sepenuh hati, dan selalu profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Kami prihatin ada masalah-masalah hukum dengan KPK, kepada kepala daerah, kepada legislatif dan lain-lain. Mudah-mudahan menjadi hikmah di akhir tahun 2020 ini, pada 2021 mari kita sambut menjadi tahun yang lebih baik, tahun hadirnya vaksin, tahun pulihnya ekonomi Jawa Barat, tahun semangat baru dengan RPJMD yang disesuaikan, tahun-tahun optimis," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pemekaran wilayah di Jabar menjadi penting guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan daerah, serta menunjang pemerataan anggaran ke daerah. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved