Ruang UGD RSUD Ciamis Sempat Tutup Sehari, Bupati Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas ke Luar Daerah
Pelayanan ruang UGD RSUD Ciamis sempat tutup sementara selama 24 jam, mulai Kamis (26/11) pukul 17.00 sampai Jumat (27/11) pukul 17.00.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pelayanan ruang UGD RSUD Ciamis sempat tutup sementara selama 24 jam, mulai Kamis (26/11) pukul 17.00 sampai Jumat (27/11) pukul 17.00.
“Penutupan sementara hanya sehari sampai pukul 17.00 sore tadi. Hanya ruang UGD yang ditutup sementara untuk desinfektasi (penyemprotan cairan disinfektan),” ujar Direktur RSUD Ciamis, Rizali Sofiyan, kepada Tribun, Jumat (27/11).
Ruang UGD RSUD Ciamis yang ditutup sementara sehari tersebut merupakan ruang UGD lama yang diisi kembali setelah atap gedung UGD RSUD Ciamis ambruk total Senin (19/10) malam. Setelah kejadian atap lantai 2 Gedung UGD ambruk, layanan UGD RSUD Ciamis sementara dipindahkan ke ruang UGD lama.
Ruang UGD pindahan sementara tersebut ditutup selama sehari menyusul adanya pasien yang ditangani di ruang UGD dengan gejala yang mencurigakan setelah dilakukan tes ternyata pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.
Pasien itu kemudian dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Ciamis.
Baca juga: Perketatan Adaptasi Kebiasaan Baru, 50 Orang Terjaring, Ada yang Dihukum Nyapu dan Cabut Rumput
Karena layanan UGD RSUD ditutup sehari, layanan UGD dialihkan ke rumah sakit lainnya yang ada di Ciamis.
Data dari Dinkes Ciamis, selama tiga hari terakhir jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis meningkat tajam.
Pada hari Rabu (25/11), angka kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis sudah mencapai 361 kasus. Atau bertambah 17 kasus dibanding sehari sebelumnya.
Dan hari Kamis (26/11) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis bertambah 22 orang sehingga total kumulatif kasus positif Covid-19 sampai Kamis (26/11) menjadi 383 kasus.
Penambahan 22 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari Kamis (26/11) tersebut berasal dari enam kecamatan.
Kecamatan Panumbangan penyumbangan terbanyak tambahan kasus Covid-19 Kamis (26/11) tersebut yakni 16 orang. Menyusul kemudian Kecamatan Sindangkasih (2 orang), berikutnya Kecamatan Ciamis , Cihaurbeuti, Kawali, dan Kecamatan Pamarican masing-masing satu orang.
Baca juga: Ada Orang Tega, Asisten Pelatih Persib Bandung Ini Kapok Berbisnis, Enam Kali Kena Tipu
Dari 383 kasus hingga Kamis, 217 orang dinyatakan sudah sembuh, 16 orang meninggal dunia, dan 150 orang masih positif aktif.
Dan 150 orang yang dalam kondisi terkonfirmasi positif aktif tersebut tersebar di 21 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Ciamis.
Terbanyak di Kecamatan Panumbangan (26 kasus), kemudian Kecamatan Ciamis (18 kasus), dan Kecamatan Kawali (16 kasus positif aktif).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gedung-igd-rsu-ciamis-maish-dipasangi-garis-polisi.jpg)