Pilkada Kabupaten Cianjur

LSI Denny JA Sampaikan Hasil Survei Pilkada Cianjur, Pasangan Herman-Mulyana di Atas Angin

LSI Denny JA merilis hasil preferensi pemilih jelang Pilkada Kabupaten Cianjur. Pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana berada di posisi teratas.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ
Konferensi pers hasil survei penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil preferensi pemilih jelang Pilkada Kabupaten Cianjur. Pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana berada di posisi teratas dengan elektabilitas 57,3 persen.

Peneliti senior LSI Denny JA Toto Izul Fatah mengatakan, survei dilakukan LSI Denny JA pada satu bulan menjelang pencoblosan.

"Posisi elektabilitas antar-pasangan cukup jauh, teratas Herman-Mulyana di bawahnya ada Lepi-Gilar, diikuti oleh Oting-Wawan, lalu Toha-Ade," ujar Toto saat menyampaikan rilis di Cianjur, Kamis (26/11/2020).

Toto mengatakan, dari data hasil penelitian pasangan lain tak cukup mudah menyalip Herman-Mulyana.

Ia mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur pada 9 Desember 2020, sangat memberi peluang terpilihnya pasangan Herman Suherman-Tb. Mulyana Syahrudin (MANJUR) sebagai bupati dan wakil bupati Cianjur.

Baca juga: Foto Pribadi Selir Kerajaan Thailand Bocor ke Publik, Ada Dugaan karena Kesengajaan

Ia mengatakan, survei dilakukan pada 9-13 November 2020 dengan menggunakan metode standar multistage random sampling, wawancara tatap muka dan jumlah responden 440, dengan margin of error 4,8%.

"Terbukanya peluang besar untuk menang buat pasangan nomor urut 3 ini, antara lain, karena tiga kandidat lainnya masih harus berdarah-darah mengejar ketertinggalan yang cukup jauh. Pasangan Lefi Ali Firmansyah–Gilar Budi Raharja (19,1%), Oting Zainal Mutaqin- Wawan Setiawan (10,2%) dan yang paling bontot, M Toha–Ade Sobari (4,8%)," katanya.

Ia mengatakan, posisi elektabilitas tiga pasangan itu cukup berat untuk bisa menyalip Herman-Mulyana karena selisihnya bukan saja sudah jauh di atas margin of error 4,8%, tapi juga sisa waktu pelaksanaan Pilkada 9 Desember yang kurang dari satu bulan lagi.

Menurt Toto, potensi kemenangan dari pasangan incumbent ini juga terpotret dari beberapa varibel penting dalam survei.

Misalnya, dukungan unggul yang relatif merata di semua segmen demografis seperti gender, usia, suku, agama, ormas, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, profesi, dan zona dapil.

"Bahkan, pada segmen pemilih partai politik, pasangan MANJUR ini cukup jauh meninggalkan yang lain. Dukungan cukup solid datang dari pemilih PDIP dan Golkar," katanya.

Misalnya, kata Toto, Herman Suherman (57,0%) dan Tb. Mulyana (26,8%).

Begitu juga dengan pemilih yang berkategori strong supporter (pemilih militan), angkanya cukup tinggi dengan 38,9%.

Dari pengalaman LSI melakukan ratusan kali survei, pemilih yang berkategori seperti ini biasanya  tak pernah goyah sampai hari H pencoblosan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved