Pilkada Kabupaten Bandung
Calon Bupati Bandung Kurnia Agustina Dengarkan Keluhan Masyarakat, Ternyata Sudah Masuk Program
Calon bupati pada Pilkada Kabupaten Bandung Kurni Agustina kerap memanfaatkan waktu kampanyenya dengan cara blusukan.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon bupati pada Pilkada Kabupaten Bandung Kurni Agustina kerap memanfaatkan waktu kampanyenya dengan cara blusukan.
Saat berkunjung ke Cilengkrang, Kabupaten Bandung, beberapa hari lalu, Kurnia Agustina mengaku , mendapat masukan dan keluhan masyarakat. Namun hal tersebut bisa terjawab dengan program yang sudah ia rancang dengan Usman Sayogi, calon wakilnya.
Seperti keluhan masyarakat tinggal di wilayah kompleks yang ingin merasakan perbaikan fasilitas umum dan sosialnya. Sedangkan pengelolaan kompleks perumahan yang ditinggalinya masih dipegang oleh pihak ketiga (developer).
Kurnia Agustina mengungkapkan, hal tersebut harus segera disikapi yaitu dengan pemenuhan fasum dan fasosnya.
Namun, kata dia, kalau untuk kompleks perumahan, harus ada penyerahan aset dari pihak developer ke Pemerintah Kabupaten Bandung.
Baca juga: Berita Persib: Beckham Putra Isi Waktu dengan Mengaji, Kecewa Cedera dan Lakukan Berbagai Terapi
Baca juga: Perkembangan Kasus Video Syur Mirip Gisel, Ada Indikasi Kemiripan Wajah Antara Gisel dan Pemeran
"Supaya program-program pemerintah bisa diterapkan di sana," ujar Kurnia Agustina saat berada di Cilengkrang.
Kurnia Agustina mengatakan, penyerahan pengelolaan aset oleh developer ini, yang mungkin menjadi kendala bagi masyarakat yang tinggal di kompleks perumahan.
"Ini menjadi masukan yang sangat baik untuk ditindaklanjuti ke depan," kata Kurnia Agustina.
Selain itu, kata Kurnia Agustina, masyarakat Cilengkrang juga menginginkan adanya perbanyakan jaringan, dalam hal ini fiber optik dan intervensi di pesantren-pesantren.
"Kalau ini sih sudah masuk di program Sabilulungan Internet Dimana-mana atau Sabina tea. Kalau untuk intervensi pesantren, pastinya kami punya program Sangaji (Sakola Bari Ngaji)," kata Kurnia Agustina.
Kurnia Agustina memaparkan hal tersebut untuk memotong angka rata-rata sekolah yang ternyata masih rendah.
"Tapi dengan memberikan intervensi ke pesantren, indikator pendidikan kita bisa tertunjang," jelas Nia, sapaannya.
Selain itu, kata Kurnia Agustia, ada peternak sapi yang menginginkan adanya rumah potong hewan (RPH) di wilayah timur Kabupaten Bandung.
"Beberapa masukan dari teman-teman peternak sapi adalah menambah rumah potong hewan. Sejauh ini yang disediakan oleh pemkab belum bisa mewadahi untuk teman-teman yang ada di sini," ucap Kurnia Agustina.