VIDEO-Gudang Produksi Busa di Kota Cimahi Dilahap Si Jago Merah, Api Padam Setelah Empat Jam
Asep bereaksi cepat seusai mengetahui asap mengebul dari gudang produksi busa di kawasan Jalan Amir Mahmud Nomor 111-115, Kota Cimahi.
Penulis: Ery Chandra | Editor: Teguh Kurnia
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Asep bereaksi cepat seusai mengetahui asap mengebul dari gudang produksi busa di kawasan Jalan Amir Mahmud Nomor 111-115, Kota Cimahi.
Puing-puing kebakaran masih tersisa pasca kebakaran pada pagi hingga siang hari tersebut. Yakni, sekitar jam 09.26 WIB hingga api dipadamkan pada pukul 12.45 WIB.
Saat Tribun Jabar menyambangi kondisi gudang tersebut, dominan atap telah bolong. Namun, secuil asap masih muncul dari busa-busa yang tersisa.
Dengan cekatan, petugas keamanan setempat menyiram dan menyemplungkan busa menuju genangan air sisa pemadaman.
"Sebelum kejadian duduk di pos depan. Pas melihat asap gede saya spontan melompat. Langsung menelpon damkar setengah sepuluh pagi," ujar Asep saat diwawancara Tribun, di lokasi, Kota Cimahi, Kamis (19/11/2020).
Menurut Komandan Regu Petugas Keamanan kawasan pergudangan itu saat peristiwa berlangsung mengundang kedatangan sejumlah warga yang ingin menyaksikan dari dekat.
Namun, mereka tak mengizinkan hingga masuk ke dalam. Karena proses pemadaman oleh para petugas pemadam kebakaran.
"Yang terbakar ini produksi busa dari Perdana Springbed. Sudah sekitar tiga atau empat tahun mengontrak gudang eks Jarsindo ini," katanya.
Seingatnya, kejadian serupa dari gudang produksi busa tersebut sudah terjadi dua kali. Yakni, sebelumnya di wilayah Cimindi dan teranyar di lokasi tersebut.
"Selain warga dan petugas terkait yang datang ke sini. Terlihat juga orang dari asuransi naik satu mobil ke sini," ujarnya.
Sementara itu, Komandan Regu Satu Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Indrahadi menyampaikan pihaknya menurunkan setidaknya 20 orang tim yang bertugas. Serta lima unit pancar dan satu unit rescue.
"Luas areal terbakar 700 meter persegi. Tidak ada korban jiwa," katanya.
Menurutnya, dugaan pemicu kebakaran adalah dari percikan api las yang merambat pada bahan baku kasur milik Surya.
"Penyebab karena kelalaian. Kerugian bangunan Rp. 800 juta, kerugian barang atau isi sekitar dua milyar rupiah," ujarnya.