Breaking News:

Cabup Adang Hadari Sebut Pangandaran Berpotensi Jadi Tempat Peredaran Gelap Narkoba

Peserta Pilkada Pangandaran 2020 yang juga calon bupati Pangandaran nomor urut 2, Adang Hadari

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Cabup Adang Hadari Sebut Pangandaran Berpotensi Jadi Tempat Peredaran Gelap Narkoba 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Peserta Pilkada Pangandaran 2020 yang juga calon bupati Pangandaran nomor urut 2, Adang Hadari menilai, Kabupaten Pangandaran berpotensi menjadi tempat peredaran gelap narkoba karena wilayahnya merupakan tujuan wisata dunia.

Hal tersebut diungkapkan Adang usai debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran antara pasangan nomor urut 1 Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan dan paslon nomor urut 2, Adang Hadari–Supratman di Hotel Horison, Kabupaten Pangandaran, Rabu (18/11/2020).

"Pangandaran merupakan tujuan wisata dunia dan primadona pariwisata di Jawa Barat, sudah tentu menjadi potensi jaringan peredaran gelap narkoba," katanya saat ditemui seusai debat publik.

Hal tersebut, kata dia, karena tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara ke Pangandaran sangat tinggi, sehingga hal itu bisa menjadi potensi peredaran gelap narkoba di Pangandaran.

Baca juga: Gubernur Jabar Doakan Bupati Bogor Cepat Sembuh dari Covid-19, Roda Pemerintahan oleh Wakil Bupati

Melihat potensi itu, jika nanti dirinya terpilih menjadi Bupati Pangandaran, dia berjanji akan mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis untuk mengajukan secepatnya dibangun kantor BNN di Pangandaran.

"Agar pariwisata di Pangandaran bisa meminimalisir peredaran gelap jaringan narkoba," ucap Adang.

Disisi lain, pihaknya juga siap melakukan langkah preventif melalui program-program pencegahan peredaran narkoba hingga melakukan rehabilitasi penggunakan narkoba bersama BNN Kabupaten Ciamis.

"Karena kalau refresif dilaksanakan oleh aparat penegak hukum," katanya.

Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan demi menyelamatkan masyarakat terutama anak muda di Kabupaten Pangandaran.

"Narkoba akan merusak kesehatan, daya tahan tubuh. Apalagi dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus hingga akhirnya, akan mereka kecanduan dan hidupnya akan ketergantungan pada barang tersebut," ujar Adang.

Baca juga: Bukan Dari Wuhan, Ternyata Virus Corona Pertama Kali Berasal Dari Negara Ini, Berikut Catatannya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved