Baru Saja Terjadi, Gempa Bumi 6,3 Melanda Sumatera Barat, Ini Kata BMKG
Gempa berkekuatan 6,3 ini terjadi pukul 08.44 WIB. Hal tersebut diinformasikan BMKG dalam cuitannya di Twitter.
Penulis: taufik ismail | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BMKG mengumumkan gempa baru saja terjadi di Sumatera Barat.
Dalam unggahannya di Twitter BMKG menyebutkan gempa bumi tersebut berkekuatan 6,3.
Gempa terjadi pukul 08.44 WIB.
Baca juga: Ini Dia Irjen Ahmad Dofiri Wong Dermayu yang Jadi Kapolda Jabar, Pernah di Bandung Jadi Pakuan Dua
Baca juga: Kapolda Jabar Dicopot Gara-gara Kasus Megamendung, Padahal Profilnya Bukan Orang Sembarangan
Lokasi gempa bumi berada di 109 kilometer barat daya Tuapejat, Sumatera Barat.
Diketahui gempa bumi terjadi di kedalaman 10 kilometer.
"Tidak berpotensi tsunami," tulis unggahan di BMKG.
Dua Hari Lalu di Bandung
Wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3.0, Minggu (15/11) pukul 06.01.11 WIB.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho, mengatakan berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3.0.
Episenter terletak pada koordinat 7.16 LS dan 107.5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km barat daya Kabupaten Bandung, pada kedalaman 14 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gemp abumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal wilayah setempat," katanya melalui keterangan tertulis.
Baca juga: Ini Daftar Harga Smartphone atau HP Vivo Terbaru, Update November 2020, Ada V20 SE hingga X50 Pro
Baca juga: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Penghinaan pada Habib Luthfi
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kecamatan Rancabali dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
Hingga pukul 11.45 WIB, hasil monitoring BMKG dan Indonesia Tsunami Early Warning System, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gempa-tuapejat-sumbar.jpg)