Breaking News:

Virus Corona di Jabar

PSBM di Purwakarta Dilanjutkan, Kini Bertambah di Lima Kecamatan, Mana Saja?

Pemberlakuan PSBM di Purwakarta dilanjutkan oleh Pemkab. Bahkan bertambah di lima kecamatan.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika bersama Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan dan Dandim 0619/Purwakarta menyisir tempat-tempat keramaian di Purwakarta guna menyosialisasikan pemberlakuan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di wilayah Kecamatan Purwakarta, Sabtu (10/10/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengumumkan Pemkab Purwakarta telah melakukan evaluasi terkait pemberlakuan pembatasan sosial berskala mikro ( PSBM).

Anne Ratna mengatakan ada perluasan PSBM dari dua kecamatan menjadi 5 kecamatan dan berlaku hingga 23 November 2020.

"Bakal ada 10 desa dan kelurahan. Kelurahan Nagri Kaler alhamdulillah sudah selesai sebab adanya penurunan yang luar biasa dan saya ucapkan terima kasih kepada lurahnya atas penanganan Covid-19 ini," ujarnya, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Segera Nikahi Najwa Shihab, Calon Menantu Habib Rizieq Rupanya Orang Besar, Terungkap dari Namanya

Baca juga: Bocah Ini Hidup Sendiri di Saung di Tengah Rawa dan Semak Belukar, tapi Tubuh dan Pakaiannya Bersih

Namun, ketika Kelurahan Nagri Kaler telah menurun, justru peningkatan kasus terjadi di wilayah Kecamatan Sindangkasih.

Kemudian, kecamatan lainnya yang terbilang kasus corona masih tinggi ialah Kecamatan Bungursari di satu desa, yakni Desa Cibening, sedangkan Desa Ciwangi menurun.

"Kecamatan Babakancikao ada tiga desa masih berlanjut. Lalu, ditanbah Kecamatan Pasawahan dan Jatiluhur yang banyak kasus corona. Keduanya itu kini berlakukan PSBM," ujarnya.

Adapun wilayah Kecamatan Jatiluhur, Anne menyebut ada di satu desa, yakni Desa Kembang Kuning, serta Kecamatan Pasawahan ada dua desa, seperti Desa Lebak Kertajaya dan Lebak Anyar.

Ketika disinggung terkait efektivitas pemberlakuan PSBM dalam menekan penyebaran corona, Anne mengatakan bahwa sebenarnya gugus tugas telah memprediksi adanya peningkatan jumlah positif dengan pasien positif terbanyak ialah pelaku perjalanan.

"Jadi, orang yang berkegiatan melakukan perjalanan keluar kota atau dari luar ke Purwakarta dan jumlah mereka itu paling banyak yang positif," katanya.

Selanjutnya, pasien positif terbanyak lainnya ialah klaster industri dengan adanya satu perusahaan total positif sebanyak 31 orang, serta ada perusahaan lainnya.

"Klaster industri sekarang menempati posisi kedua penyumbang terbanyak corona. Kami enggak bisa menutup perusahaan itu karena mereka lakukan isolasi ketat," ujarnya.

Sebagai informasi, jumlah kasus meninggal karena Covid-19 di Purwakarta hingga saat ini berjumlah 33 orang. 

Baca juga: BREAKING NEWS, Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Diperiksa KPK, Kasus Apa?

Baca juga: BARU Saja Terjadi, Bus Sarat Peziarah Masuk Jurang di Tasikmalaya, Korban Bergelimpang Dalam Bus

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved