Kamis, 23 April 2026

Dandim Batang dan Putra Daerah Ini Dicopot dari Jabatannya, Gara-gara Laporan Cewek Ini

Seorang perempuan bernama Ayu Intan Sholekha melaporkan Dandim 0736 Batang Letkol Dwison Evianto

Editor: Ichsan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Massa yang tidak terima Dandim Batang Letkol Dwison Evianto dicopot kembali memadati Makodim 0736 untuk menyampaikan aspirasinya, Kamis (5/11/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang perempuan bernama Ayu Intan Sholekha melaporkan Dandim 0736 Batang Letkol Dwison Evianto ke Kodam IV Diponegoro.

Ayu Intan mengaku mendapat tindakan penganiayaan dan penghinaan dari Letkol Dwison.

Beberapa perwakilan massa menggelar aksi karena tak terima Letkol Dwison dicopot dari jabatan Dandim 0736 Batang.

Massa pun mengaitkan pencopotan jabatan itu karena laporan seorang wanita bernama Ayu Intan Sholekha.

Perwakilan massa menyebut laporan Intan ke Kodam IV Diponegoro mengada-ada dan belum terbukti kebenarannya.

Baca juga: TNI AL Lakukan Evakuasi Medis Awak Kapal MV Norwegia Escape

Baca juga: TNI Dinilai Tak Perlu Dilibatkan dalam Pemberantasan Terorisme

Baca juga: Satuan Posmat TNI AL Muara Sabak Amankan Tekstil dan Elektronik Ilegal, Negara Rugi Puluhan Miliar

Letkol Dwison Evianto saat dikonfirmasi awak media mengenai pencopotan jabatan sebagai Dandim 0736 Batang, di ruang Dandim 0736 Batang, Rabu (4/11/2020) petang.
Letkol Dwison Evianto saat dikonfirmasi awak media mengenai pencopotan jabatan sebagai Dandim 0736 Batang, di ruang Dandim 0736 Batang, Rabu (4/11/2020) petang. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Intan mengunggah laporan terkait perbuatan tindak pidana penganiayaan dan penghinaan yang diduga dilakukan oleh Letkol Dwison Evianto , Dandim 0736 Batang pada Sabtu 5 September, pukul 23.15 WIB di Makodim 0736 Batang.

Laporan yang disampaikan ke Danpomdam IV Diponegoro tersebut diunggah pada 22 Oktober lalu.

Selain laporan, beberapa video juga pernah diunggah oleh Intan.

Dua video dengan durasi sekitar 20 detik yang ia unggah di akun Instagramnya pada 28 dan 29 September lalu memperlihatkan perdebatan antara Intan dengan Letkol Dwison dan sejumlah anggota TNI berseragam.

Intan juga pernah mengunggah foto memar di sejumlah bagian tubuhnya pada 11 September.

Berkaitan dengan hal itu, Casrameko, tokoh masyarakat Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, yang ikut dalam aksi penolakan pencopatan Dandim 0736, beberapa waktu lalu menjelaskan, ia sangat mengenal Intan.

"Saya tahu Intan itu siapa, dia juga tetangga saya di Klidang Lor. Sejak kecil saya juga tahu dia. Jadi dalam permasalahan ini kami tahu siapa yang salah," kata Casrameko.

"Kami juga kenal Letkol Dwison yang merupakan putra daerah berprestasi tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut," ujar Casrameko.

Ia menyebut ada dalang dan pihak yang mempengaruhi untuk menjatuhkan Letkol Dwison.

"Kami akan kawal hal ini, dan kami berharap Letkol Dwison bisa menjadi Dandim 0736 Batang sampai dua tahun," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved