VIDEO Di Majalengka, Keris Peninggalan Kerajaan Majapahit Dimandikan Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW
Terkait yang tertua, Buyut menyebut ada dua pusaka yang saat ini jadi koleksinya.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: yudix
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Keris jenis Tikam Upih dari peninggalan Kerajaan Majapahit dimandikan menjelang perayaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (27/10/2020).
Kegiatan itu dilakukan oleh Yayasan Al-Alawiyah Padepokan Nur Sedjati (Ya PNS) di Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Pimpinan Yayasan Al-Awaliyah, Buyut Suhenda mengatakan pihaknya secara rutin menggelar kegiatan tersebut menjelang peringatan Maulid Nabi.
Pusaka-pusaka koleksi yayasan dipamerkan dan dimandikan secara sakral.
"Sampai sekarang ada 1.270.001 pusaka, dengan berbagai jenis. Ada Keris, Tombak, Pedang dan lain-lain. Sebagian ada yang disimpen di di temen-temen anggota (yayasan)," ujar Buyut, Selasa (27/10/2020).
Terkait yang tertua, Buyut menyebut ada dua pusaka yang saat ini jadi koleksinya.
Keduanya, diketahui peninggalan dari Kerajaan Majapahit, yakni dalam bentuk Keris.
"Tilam Upi dan Brojol pamor Kebo Teki, itu masa Majapahit. Ini (dua pusaka) didapat pada 2013," ucapnya.
Dirinya menjelaskan, sebagai negara yang pernah diisi oleh banyak kerajaan, Indonesia diketahui memiliki banyak pusaka peninggalan.
Keris adalah salah satu peninggalan yang hingga kini masih bisa dilihat.
Dalam sebuah catatan, banyak jenis keris yang ada dan tumbuh di Tanah Air.
"Tilam Upih, salah satu jenis Keris yang disebut-sebut sudah berumur cukup tua," jelas dia.