Virus Corona di Jabar
VIDEO Buntut Ada Guru Positif Covid-19, SMPN 1 Sumberjaya Majalengka Ditutup Sementara
Penutupan sekolah akan berlangsung selama 14 hari ke depan atau setidaknya hingga dinyatakan aman.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: yudix
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Buntut adanya seorang guru terpapar virus Corona, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sumberjaya di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka ditutup sementara.
Penutupan tersebut sudah berlangsung sejak kemarin hari.
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, gerbang utama sekolah pada pukul 09.00 WIB masih dalam keadaan tertutup.
Baca juga: Hari Ini Tiga Tahun Lalu - Persib Bandung Dikalahkan Persela, Gagal Menang 8 Laga Beruntun
Hanya ada sejumlah penjaga sekolah dan petugas piket yang lalu lalang untuk menjalani aktivitas.
Tampak juga, sejumlah kertas pengumuman di beberapa titik yang bertuliskan bahwa saat ini seluruh murid menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring.
Tak hanya itu, seluruh pintu ruangan termasuk tuang kepala sekolah juga dalam keadaan terkunci.
Keadaan tersebut mengingatkan kembali saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia beberapa bulan lalu yang mana seluruh aktivitas khususnya sekolah-sekokah berhenti dari adanya kegiatan belajar.
Petugas Sekolah Bagian Kepegawaian SMP N 1 Sumberjaya, Taryono mengatakan sesuai instruksi Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Sumberjaya, bahwasanya aktivitas KBM tatap muka untuk saat ini harus ditiadakan sementara.
Hal itu menyusul ada seorang guru bidang studi IPA yang dipastikan terpapar virus Corona.
"Penutupan ini dari kemarin, karena guru tersebut katanya terpapar sekarang sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar Taryono saat ditemui di sekolah, Kamis (22/10/2020).
Baca juga: Hari Santri, Saat Apel Pagi Anggota Satpol PP Kabupaten Sukabumi Pakai Baju Muslim
Menurutnya, penutupan sekolah akan berlangsung selama 14 hari ke depan atau setidaknya hingga dinyatakan aman.
Sebelumnya, kegiatan belajar sudah berlangsung selama dua bulan lamanya menggunakan sistem shift.
"Ya jadi ini sama seperti sebelum dibuka kembali pada dua bulan lalu, ditutup sementara. Selama dua bulan tatap muka itu, para murid menggunakan sistem bergiliran masuknya atau shift," ucapnya.