Minggu, 10 Mei 2026

Layangan Maut Makan Korban, Seorang Pria Tewas Terhantam Gulungan Senar yang Dimainkan Bocah

Warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek tersebut diketahui meninggal akibat kepalanya terbentur gulungan senar layangan.

Tayang:
Editor: Ravianto
Tribunjatim.com/Aflahul Abidin
Polisi menunjukkan gulungan senar layangan terkait penemuan mayat laki-laki bersimbah darah di jalan depan rumah kos di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Selasa (20/10/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, TRENGGALEK - Penemuan mayat laki-laki bersimbah darah di jalan depan rumah kos di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, sempat menggegerkan warga.

Kini, polisi menemukan fakta baru terkait penemuan mayat laki-laki tersebut, Selasa (20/10/2020).

Polisi menunjukkan lokasi tempat kejadian perkara penemuan mayat bersimbah darah di Trenggalek, Selasa (20/10/2020).
Polisi menunjukkan lokasi tempat kejadian perkara penemuan mayat bersimbah darah di Trenggalek, Selasa (20/10/2020). (Surya/Aflahul Abidin)

Menurut informasi yang terhimpun korban bernama Agus Syaiful Rochmad (58) itu ternyata bukan meninggal lantaran dibunuh.

Warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek tersebut diketahui meninggal akibat kepalanya terbentur gulungan senar layangan.

Fakta itu muncul setelah polisi menemukan barang bukti baru, yakni sebuah gulungan lengkap dengan senar layangan di dekat lokasi kejadian.

Setelah diteliti, terdapat potongan rambut terselip di salah satu bagian gulungan senar tersebut.

Gulungan senar itu terbuat dari kayu berbentuk lambang plus.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan menjelaskan, fakta penyebab meninggalnya seorang warga itu ditunjang oleh keterangan para saksi.

"Jadi setelah dilakukan penyelidikan, diduga korban ini berdiri (di depan indekos) jogging."

"Sementara itu, dalam waktu bersamaan, ada anak kecil yang sedang menarik senar layang-layang yang layang-layangnya jatuh," tutur Tatar.

Cerita awalnya, sang bocah yang duduk di kelas VI sekolah dasar itu tengah menarik senar layangan dari gulungan ketika layang-layangnya jatuh hingga senarnya tersangkut.

Lokasi penarikan senar layangan itu berada di dekat lokasi kejadian.

Senar layangan terbuat dari bahan yang dapat molor.

Sehingga si bocah menarik senar dengan susah payah.

Karena tak kuat menahan beban dari senar yang molor, gulungan pun lepas dari tangan sang bocah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved