Penggemar Sate Leces Gaul Tak Hanya dari Dalam Negeri, Ada Juga dari Luar Negeri, Penasaran Rasanya?

Sate Leces Gaul menjadi buruan pecinta sate kambing. Omzet warung sate ini sebelum Covid-19 bisa sampai Rp 20 juta per hari.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
tribunjabar/hilman kamaludin
Sate Leces Gaul yang Maknyus di Sumedang, Kambing Baru Dipotong Dadakan, Sehari Habis 12 Ekor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemilik Warung Sate Leces Gaul, H Eet Sunarya (53) bisa meraup omzet yang melimpah berkat menu andalan sate kambing muda yang dipotong dadakan karena banyak diburu para pecinta sate dari luar daerah hingga luar negeri.

Hal tersebut, karena rasa sate ini, dagingnya sangat empuk dan bumbunya meresap ke dalam daging.

Apalagi ditambah bumbu kacang yang bisa membuat rasa sate ini semakin nikmat, sehingga tak heran warung sate ini banyak dicari pecinta sate.

Eet mengatakan, warung sate ini baru beroperasi selama 4 tahun.

Namun karena banyak pembeli yang menyukai sate ini, hanya dalam kurun waktu satu tahun saja, usahanya langsung melesat.

Pemilik Warung Sate Leces Gaul, H Eet Sunarya.
Pemilik Warung Sate Leces Gaul, H Eet Sunarya. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Pertama merintis itu hanya habis 4 kilogram daging kambing. Lalu satu bulan naik menjadi 1 ekor kambing," ujarnya saat ditemui di Warung Sate Leces Gaul, Jalan Simpang-Parakan Muncang, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan, setelah satu tahun berjualan dan hingga saat ini, warung sate Leces Gaul tersebut bisa menghabiskan 12 ekor kambing dalam satu hari, sehingga penghasilan pun bisa mencapai puluhan juta.

"Penghasilan pas pertama merintis hanya Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu per hari, lalu pas motong 1 atau 2 kambing dapat Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Sekarang alhamdulillah rata-rata bisa dapat Rp 20 juta sehari," kata Eet.

Omzet Rp 20 juta sehari itu, kata Eet, didapatkan tak hanya dari menu andalan sate kambing saja, tapi dari semua menu seperti sate sapi, sate ayam, dan tongseng.

Namun, ia tidak bisa memastikan, barapa porsi dan berapa jumlah pembeli yang datang ke warungnya setiap hari karena saking banyaknya menu yang terjual, meskipun saat ini sudah memiliki 30 orang karyawan.

"Kalau konsumen, biasanya yang coba-coba makan sate di sini terus kembali lagi bawa keluarga, saudara atau teman-temannya yang lain," ucapnya.

Bahkan, kata dia, Sate Leces ini pernah diminati konsumen dari luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, dan Filipina saat berkunjung ke Sumedang setelah mereka mengetahui sate tersebut dari Youtube.

Ia mengatakan, konsumen dari luar negeri itu sempat tiga hari berturut-turut makan sate di warungnya, karena saat itu kebetulan mereka sedang berada di Sumedang selama 1 minggu.

"Alhamdulillah, mereka juga menyukai Sate Leces," katanya.

Untuk mengembangkan bisnisnya, saat ini Eet akan kembali membangun warung kedua yang lokasinya hanya 100 meter dari warung pertama karena setiap harinya warung itu kerap dipenuhi pembeli.

Baca juga: Sate Leces Gaul yang Maknyus di Sumedang, Kambing Baru Dipotong Dadakan, Sehari Habis 12 Ekor

Baca juga: Over Hot Yaa, Kuliner Baru di Kota Bandung, Hadirkan Menu di Atas Hot Plate

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved