Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

SBY MUNCUL, Bicara Seandainya Bisa Gerakkan Massa dan Aksi Besar-besaran, Ini yang Akan Dilakukan

SBY bicara bahwa ia merasa prihatin dengan adanya kabar dirinya dituduh berada di balik demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar (Instagram/pdemokrat dan Tribunnews)
SBY MUNCUL, Bicara Seandainya Bisa Gerakkan Massa dan Aksi Besar-besaran, Ini yang Akan Dilakukan 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Unjuk rasa besar-besaran menolak Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja ( UU Cipta Kerja) telah melahirkan tuduhan kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) .

SBY pun akhirnya muncul dan bicara bahwa ia merasa prihatin dengan adanya kabar dirinya dituduh berada di balik demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

"Barangkali nasib saya dibeginikan terus. Memang kalau saya ikuti, ya kembali apa yang pernah saya alami pada 2016 dulu saya dituduh, difitnah menunggangi, membiayai.

Sama dengan sekarang, sebuah unjuk rasa besar pada waktu itu," tutur SBY dalam suatu dialog yang diunggah di laman Youtube miliknya, dilansir Tribunjabar,id dari Kompas.TV, Minggu (11/10/2020).

Menurutnya, suatu hal yang tidak baik dengan menuduhnya sebagai aktor di balik demonstrasi buruh dan mahasiswa yang berujung kerusuhan tersebut.

Baca juga: KABAR TERKINI UU Cipta Kerja, Hari Ini Istana Bakal Didemo GNPF MUI, PA 212 dan FPI, FPI Tasik Absen

Karena hal itu merupakan fitnah yang tidak berdasar bagi SBY.

"Jadi kalau tiba-tiba kemarin saya dituduh seperti itu, ndak baik.

Ndak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoaks, tuduhan-tuduhan tidak berdasar," katanya.

Andaikata, lanjut SBY, jika dirinya memiliki kemampuan untuk menggerakkan massa yang begitu luas, dan andaikata memiliki uang untuk menggerakkan aksi-aksi seperti itu, dia tidak akan melakukannya.

"Tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan," ucap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Baca juga: MK Terima 2 Ajuan Uji Materi UU Cipta Kerja, Prabowo Bicara hingga Emil Koordinasi dengan Presiden

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved