Kamis, 16 April 2026

Hadiah Nobel 2020

Nobel Perdamaian Tahun ini Diraih Organisasi World Food Programme (WFP), Bukan Perorangan

Program Pangan Dunia memainkan peran kunci dalam kerja sama multilateral dan menjadikan ketahanan pangan sebagai instrumen perdamaian

Editor: Adityas Annas Azhari
AP/Robert Bumstead/Kompas.com
Organisasi Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) 

TRIBUNJABAR.ID, ROMA - Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, menurut laporan Associated Press (AP), Jumat (9/10/2020).

Program Pangan Dunia PBB ( WFP) mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangan mereka melawan kelaparan dan kerawanan pangan di wilayah-wilayah konflik serta kesulitan di seluruh dunia.

Organisasi yang berbasis di Roma itu menyediakan bantuan kepada hampir 100 juta orang di 88 negara di seluruh dunia tahun lalu.

Penyair Amerika Serikat Louise Gluck Meraih Hadiah Nobel Bidang Sastra Tahun Ini

Ketua Komite Nobel Norwegia mengumumkan penghargaan bergengsi itu di Oslo, "Dengan penghargaan tahun ini, (komite) ingin mengalihkan pandangan dunia kepada jutaan orang yang menderita atau menghadapi ancaman kelaparan.

Program Pangan Dunia memainkan peran kunci dalam kerja sama multilateral dan menjadikan ketahanan pangan sebagai instrumen perdamaian.

 Organisasi yang dikenal sebagai WFP itu, telah lama dipimpin oleh orang Amerika, dan pada tahun 2017 Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Republik Carolina Selatan, David Beasley, untuk mengisi jabatan tersebut.

Donald Trump Dinominasikan Raih Nobel Perdamaian

“Saya pikir ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya, saya tak bisa berkata-kata," kata Beasley kepada AP melalui telepon dari Niger.

 "Saya sangat syok dan terkejut." Beasley mengaku mengetahui tentang penghargaan tersebut dari seorang media officer WFP yang baru saja diinformasikan oleh AP.

"Berbicara tentang titik waktu paling menarik dalam hidup Anda, tentu adalah Hadiah Nobel Perdamaian dan itu semua berkat keluarga WFP," ujar Beasley.

"Mereka berada di luar sana di tempat yang paling sulit dan kompleks di dunia, di mana terdapat perang, konflik, iklim yang ekstrem... Mereka pantas mendapatkan penghargaan ini. Dan wow. Wow. Wow. Wow." Staf WFP di Niger menyambut Beasley dengan sorak-sorai dan tepuk tangan saat dia keluar dari sebuah gedung untuk berpidato di depan kerumunan setelah pengumuman pemenang.

BOCAH KELAPARAN3
BOCAH KELAPARAN3 (MIRROR.CO.UK)

"Dua hal," kata Beasley kepada mereka. "Saya tidak percaya saya berada di Niger ketika kami mendapatkan penghargaan, dan yang kedua, saya tidak memenangkannya, Anda yang memenangkannya.”

Komite Nobel mengatakan bahwa masalah kelaparan kembali menjadi lebih akut dalam beberapa tahun terakhir, paling tidak karena pandemi virus corona yang telah menambah kesulitan yang telah dihadapi oleh jutaan orang di seluruh dunia.

"Pada 2019, 135 juta orang menderita kelaparan akut, jumlah tertinggi dalam beberapa tahun," katanya.

“Sebagian besar peningkatan disebabkan oleh perang dan konflik bersenjata. Pandemi virus corona telah berkontribusi pada peningkatan tajam jumlah korban kelaparan di dunia.

 ” Komite Nobel meminta pemerintah untuk memastikan bahwa WFP dan organisasi bantuan lainnya menerima dukungan keuangan yang diperlukan untuk memberi makan jutaan orang di negara-negara seperti Yaman, Kongo, Nigeria, Sudan Selatan, dan Burkina Faso.

 WFP secara konsisten menyalahkan perubahan iklim karena memicu kelaparan dan merusak tanaman.

Beasley memperingatkan Dewan Keamanan PBB pada  April bahwa dunia "di ambang pandemi kelaparan" yang dapat menyebabkan "beberapa kelaparan jangka panjang" dalam beberapa bulan jika tindakan tidak segera diambil. (kompas.com/Miranti Kencana Wirawan)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved